Penggunaan Dana FLPP Capai Rp54,95 Triliun Selama 10 Tahun

Ilustrasi-Rumah contoh di sebuah perumahan Cibubur./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Sebanyak 103.230 debitur telah menerima dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga, 23 Nopember 2020.

Dengan demikian, penyaluran FLPP telah mencapai 100,71 persen atau senilai Rp10,58 triliun.

Sedangkan total penyaluran dari 2010 hingga 2020 mencapai 758.882 unit senilai Rp54,95 triliun.

“Kami targetkan penambahan penyaluran dana FLPP hingga tahun 2020 hingga 110 ribu unit,” kata Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/11).

Menurut Arief, sebanyak 255.449 calon debitur telah mengakses aplikasi SiKasep, 107.085 calon debitur telah lolos subsidi checking, 7.276 calon debitur berada dalam proses verifikasi bank, 110 saat ini tengah mengajukan dana FLPP ke PPDPP.

“Dalam rangka percepatan pelayanan kepada masyarakat mengingat tingginya target penyaluran FLPP tahun 2021 sebesar 157.500 unit maka kita akan terus melakukan perbaikan, pembenahan sehingga tidak ada lagi celah kekurangan dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Arief.

PPDPP sebagai lembaga yang bertugas mengelola dan menyalurkan dana FLPP akan terus berinovasi dan menyempurnakan aplikasi serta inovasi yang telah dikembangkan.

Ke depan PPDPP, lanjut dia, akan menjadikan SiKasep sebagai aplikasi yang bisa memberikan informasi-informasi yang berharga kepada masyarakat terkait dengan perumahan dan pembiayaan perumahan.

Sehingga sebelum masyarakat teregister maka mereka bisa melihat terlebih dahulu berbagai informasi terkait dengan perumahan,” katanya.

Sejak diluncurkan, aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada akhir Desember 2019, pengajuan rumah subsidi melalui skema FLPP menjadi semakin mudah.

Melalui aplikasi SiKasep ini pemerintah dapat lebih mudah memantau sebaran maupun kebutuhan hunian berdasarkan data yang diperoleh langsung dari masyarakat, sehingga ke depannya dapat menjadi acuan dalam membuat suatu kebijakan. (mad)

Comments

comments