Penghapusan Airport Tax Bangkitkan Pariwisata dan Sektor Penerbangan

Bandara Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Dampak penghapusan biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) kepada para penumpang pesawat diyakini dapat meningkatkan pergerakan penumpang di bandara dan menaikan keterisian penumpang di pesawat (load factor).

Stimulus ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh industri penerbangan karena terjangan pandemi Covid-19 sejak Maret 2020, menyebabkan penurunan jumlah penumpang dan pesawat yang beroperasi secara luar biasa.

“Kami mengapresiasi luar biasa kepada pemerintah yang dengan sangat konkrit mengeluarkan stimulus ini,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam diskusi virtual yang diadakan Forum Wartawan Kementerian Perhubungan (Forwahub) di Jakarta, Sabtu (25/10).

PT Angkasa Pura II (Persero) menilai merupakan sebuah terobosan besar pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor penerbangan dan pariwisata.

Dikatakan, manfaat stimulus tersebut ada tiga, yaitu membantu industri penerbangan, meningkatkan pertumbuhan bisnis dan UMKM, serta mendorong ekonomi daerah.

“Tentunya jika banyak masyarakat yang melakukan bepergian akan mendorong perekonomian daerah dan UMKM,” katanya.

Menurut Awaluddin, sepanjang Januari–September 2020, jumlah total pergerakan penumpang (berangkat, datang, transit) di 19 bandara PT Angkasa Pura II baik itu rute internasional dan domestik mencapai 27,30 juta orang.

Di periode yang sama, jumlah penumpang yang berangkat di penerbangan rute domestik di lima bandara dalam skema insentif PSC (Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Kualanamu, Silangit, Banyuwangi) adalah sebanyak 7,40 juta orang atau mencapai 68 persen dari total penumpang yang hanya berangkat di rute domestik di 19 bandara.

Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang yang berangkat di rute domestik mencapai 5,51 juta orang atau sekitar 75 persen dari total penumpang berangkat di 5 bandara tersebut.

Data ini katanya, menandakan, bandara yang termasuk di dalam skema insentif PSC memiliki kontribusi cukup signifikan dalam lalu lintas penerbangan di 19 bandara PT Angkasa Pura II.

“Kami akan berkoordinasi dengan maskapai agar program stimulus ini dapat dimanfaatkan dengan baik dalam upaya meningaktkan utilisasi penerbangan,” kata Awaluddin. (ahm)

Comments

comments