Penurunan Fungsi Otak bisa Diminimalisir, Ini Tips Connie Sutedja

Connie Sutedja, artis--foto dok kapanlagi.com

 

Acuantoday.com— Usia Connie Sutedja hampir 75 tahun, namun artis lawas ini tampak bugar dan enerjik. Di dunia sinetron, Connie yang sempat mendapat julukan ‘Ratu Vespa’, tetap eksis. Terakhir ia tampil di sinetron ‘Samudra Cinta’ yang tayang pada Desember 2019 lalu, dan diputar ulang pada Maret 2020 kemudian dilanjutkan pada Juni 2020.

Apa kiat Connie bisa tetap tampil bugar dan masih mampu menghafal dialog-dialog panjang dalam sinetron. Padahal umumnya orang, apalagi yang sudah memasuki usia ‘kepala 7’ , mengalami penurunan memori dan kesulitan mengingat.

“Alhamdulilah saya masih diberi kesehatan yang baik. Masih bisa tetap syuting,” ungkap wanita kelahiran Tasikmalaya 1944, beberapa waktu lalu. Namun, katanya, sesungguhnya, yang namanya manusia, seiring bertambahnya usia, pastilah mengalami penurunan fisik, dibanding sebelumnya (muda),” tutur Connie yang mulai berkiprah di dunia perfilman pada 1965.

Mungkin, katanya,  kebugaran yang didapatnya karena rajin bergerak. Dan memang harus seperti itu. Orang yang berusia lanjut seperti dirinya, justru harus banyak bergerak. Tidak boleh hanya diam. Istilahnya, ‘jangan kalah dengan usia’.

“Tapi tentu saja tidak melakukan hal-hal berat. Yang paling bagus menurut saya, lansia aktif di komunitas, atau apapun yang membuat otak bisa bekerja,” tambahnya.

Ia bersyukur karena meski usianya sudah hampir 75 tahun, memorinya masih tajam. “Ingatan saya masih kuat. Tidak ada masalah. Saya masih mampu menghafal dialog atau adegan-adegan yang harus saya lakukan. Itu makanya saya masih bisa eksis,” ujarnya.

Menurut Connie, ketajaman memori memang harus dilatih. Karena seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan memori, itu merupakan hal yang wajar. Namun bukan berarti tidak bisa diminimalisir.

“Dari yang saya baca-baca, ada banyak cara untuk menjaga atau meminimalisir penurunan memori. Salah satunya dengan menyetir mobil. Itu makanya saya sampai tua begini masih suka bawa mobil (nyetir) sendiri. Maksud saya aktivitas (menyetir mobil) saya itu juga  sebagai ‘terapi otak’. Karena menyetir kendaraan kan menuntut kita fokus dan waspada kanan-kiri. Nah ini semua kan membutuhkan kerja otak,” ujarnya.***dian

Comments

comments