Penusuk Timses Cawalkot Makassar Seorang Pembunuh Bayaran

Polisi tangkap pelaku penusukan salah seorang timses cawalkot Makassar yang ditikam di Jakarta. Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo).

Acuantoday.com, Jakarta- Polda Metro Jaya berhasil meringkus 5 tersangka pelaku penusukan Muharram Jaya (48), salah seorang tim sukses pasangan calon Wali Kota Makassar (Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando).

“Jadi pelaku yang berasal dari Makassar hanya satu orang dan sebagai yang menyuruh. Sementara 6 lainnya adalah warga Jakarta dan mereka pembunuh bayaran yang diperintah MNM,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (13/11).

Muharram ditikam saat dalam perjalanan di sebuah halte di Palmerah, Jakarta Pusat, saat hendak mendukung jagonya dalam debat pilkada di salah satu stasiun televisi swasta.

Pelaku yang diringkus adalah MNM (50), F (40), S (51), AP (46), dan S (39). Khusus tersangka S, dikabarkan meninggal dunia karena sakit bawaan berupa sesak nafas dan jantung, berselang beberapa menit setelah ditangkap.

Tubagus membeberkan, aksi penusukan yang terjadi pada Sabtu (7/11) ini memang tersistematis dengan tersangka MNM sebagai otaknya.

Pertama, ia membaca langkah korban yang tengah berada di Jakarta dan lantas menyusulnya dari Makassar.

Setibanya di Jakarta, ia lantas mengatur siasat dengan membayar sejumlah orang demi bisa mencelakai korban. Diketahui, para orang suruhan ini diganjar uang mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 Juta.

MNM sendiri merupakan warga Makassar dan merupakan tim sukses cawalkot Makassar rival dari cawalkot jagoan korban. Motif dia sendiri ingin menghabisi korban, lantaran merasa sakit hati dengan perbuatan korban yang telah melecehkan jagoan cawalkotnya dalam sebuah video di media sosial.

“Jadi penusukan di Palmerah, Jakarta Pusat ini, adalah rangkaian dari kegiatan yang ada di Makassar. Karena korban membuat video yang dianggap telah melecehkan pasangan calon yang didukung MNM, membuat MNM sakit hati,” ujar Tubagus.

Di tempat sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menambahkan para pelaku memiliki peran berbeda saat beraksi. “Yang pertama saudara F, perannya adalah sebagai eksekutor yang melakukan penusukan,” jelas dia.

Sedangkan tersangka S merupakan orang yang mengarahkan dan menyampaikan situasi kepada eksekutor. “Untuk saudara AP dan S alias AR tugasnya memantau situasi di lapangan,” tutur Yusri.

Selain kelima tersangka yang telah diamankan, polisi saat ini masih memburu dua pelaku lainnya. “Ada dua yang masih DPO (daftar pencarian orang), yaitu AR dan JH,” ujar Yusri.

Tersangka yang ditangkap dikenakan Pasal 351 KUHP, Pasal 355 KUHP dan Pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (rwo)

Comments

comments