Penyebab Kebakaran Kejagung Diragukan, MAKI Desak Rekonstruksi Terbuka

Reruntuhan sisa material Gedung Utama Kejagung yang habis terbakar pada peristiwa kebakaran hebat Sabtu tanggal 22 ahustus lalu. Minggu (27/9) para pekerja masih berupaya meratakan gedung yang akan dirobohkan karena dianggap sudah tidak layak digunakan lagi. /Foto: Rohman Wibowo (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta―Keterangan polisi soal penyebab kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) karena puntung rokok mendapat sorotan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).

Bareskrim Polri diminta memberikan penjelasan yang lengkap soal masalah ini.

“Saya mohon kepada Bareskrim segera melakukan rekonstruksi di gedung Kejaksaan Agung,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangannya, Sabtu (24/10).

Bareskrim Mabes Polri telah menetapan delapan orang sebagai tersangka atas kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Alasan utama terbakarnya Gedung Kejagung dari puntung rokok tukang bangunan di Kejagung.

Benyamin menyarankan,, dalam rekonstruksi itu, Bareskrim Polri untuk menyampaikan kesimpulan terbakarnya gedung Kejagung ini secara rinci.

Sebab, lanjutnya, dalam pembuktian peristiwa seperti kebakaran satu gedung harus digambarkan secara jelas, mulai dari kedatangan para tukang gedung hingga terjadi kebakaran yang katanya dari puntung rokok.

“Apakah memang betul mereka berusaha memadamkan, kalau memang berusaha memadamkan tentu kan bisa padam. Itu pertanyaan masyarakat ini segera dijawab oleh penyidik Bareskrim,” jelasnya.

Bonyamin meminta rekonstruksi harus berlangsung terbuka bagi umum, dan mengundang media.

Diketahui, Bareskrim Polri menetapkan delapan orang tersangka kasus kebakaran gedung Kejagung.

Dari delapan orang itu, lima orang adalah tukang bangunan berinisial T, H, S, K, IS yang dituduhkan sebagai perokok di dalam gedung, satu pengawasan berinisial UAM, Direktur Utama PT ARM berinisial R dan Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH. (rht)

Comments

comments