Penyelidikan Pelaku Penembakan Pendeta Yeremia Terkendala Izin Autopsi Keluarga

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Awi Setyono dalam jumpa pers di Bareskrim Polri. Penyidik Bareskrim Polri Jumat (25/9/2020) memeriksa dua pejabat kejaksaan aguyng dalam kasus kebakaran gedung kejagung./Foto: Romhan Wibowo (Acuantoday.cm)

Acuantoday.com, Jakarta- Polri mengklaim proses pengusutan kasus pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani bakal terhambat, seiring penolakan autopsi jenazah oleh keluarga.

Dengan begitu, siapa pihak yang menjadi tersangka dan bagaimana Yeremia tewas pun masih tanda tanya.

“Inilah yang jadi permasalahan. Bagaimana kami menentukan kematiannya? Kalau tidak ada autopsi,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Rabu (11/11).

Menurutnya, proses penyidikan masih berkutat ihwal musabab kematian Yeremia. Misal soal apakah betul lubang yang ditemukan tubuh korban adalah bekas peluru dan siapa pelakunya, bila terbukti betul demikian.

“Sampai sekarang kami belum tau kalau bicara terkait dengan penyebab yang bersangkutan meninggal? Kami harus buktikan dan ahli harus membuktikan karena tertembak atau apa? Itu yang harus diselesaikan,” ujar Awi.

Merespons penolakan autopsi, polisi berencana melakukan negosiasi dengan keluarga. “Polda Papua juga masih berusaha. Bahkan besok Wakapolda Papua akan ke Timika untuk berbicara langsung dengan Bupati Intan Jaya dan keluarga,” kata Awi.

Peristiwa penembakan Yeremia sendiri bermula dari penyisiran anggota TNI di Distrik Hitadipa pada 19 September lalu. Saat itu, TNI berniat mencari pembunuh Pratu Dwi Akbar Utomo dari Yonif 711/RKS/Brigif 22/OTA, yang disebut dibunuh anggota TPNPB-OPM.

TNI menuding warga setempat menyembunyikan pembunuh Pratu Dwi. Namun pada saat bersamaan, Yeremia ditemukan tewas dengan luka tembakan dan senjata tajam di sebuah kandang babi.

Namun sebaliknya, sebagaimana hasil investigasi Komnas HAM, saksi mata melihat bahwa seorang, yang diduga bernama Alpius, aparat TNI berstatus Wakil Danramil Hitadipa berjalan ke arah lokasi Yeremia tewas. Lantas, Alpius diduga kuat sebagai pelaku penembakan sang pendeta tersebut.(rwo)

Comments

comments