Penyidikan Aksi Bodong GrabToko Rp17 Miliar Berlanjut, Polisi Minta Keterangan Korban

Ilustrasi - Tim gabungan Kejaksaan Agung dan Kejari Purwokerto terpidana kasus penipuan multi level marketing (MLM) Eliza Kartikasari Nur Faizah. Kamis (1/10) Kejagung merilis penangkapan buronan sejak 10 tahun itu.

Acuantoday.com, Jakarta―Penyidikan kasus penipuan toko online GrabToko (www.grabtoko.com) yang telah merugikan 980 orang dengan total kerugian Rp17 miliar, kini telah memeriksa dua korban. 

Kabag Penum Kombes Ahmad Ramadhan menuturkan, kesaksian para korban berguna untuk mendukung proses penyidikan, setidaknya bisa mengungkap modus pelaku dalam melancarkan aksi tipunya. 

Masing-masing korban yang dimintai kesaksiannya ditipu dengan nominal bervariasi. 

“Penyidikan kasus GrabToko sampai saat ini, telah dilakukan pemeriksaan terhadap dua korban yg pertama YMH, rugi Rp71 juta, dan AS, Rp11 juta,” kata Ahmad dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Senin (18/1). 

Bareskrim Polri telah menetapkan YMP (33 tahun) sebagai tersangka kasus penipuan berkedok toko online ini. 

Aksi tipunya bisa terbilang singkat, tapi dia berhasil meraup keuntungan hingga belasan miliar dari ratusan konsumen yang kena tipu, sejak beraksi awal Desember 2020 hingga awal Januari 2021. 

Kepada polisi, tersangka mengaku melancarkan aksinya dengan cara menawarkan berbagai macam produk elektronik dengan harga sangat murah sehingga mengundang minat banyak orang untuk berbelanja namun barang itu tidak kunjung dikirimkan. 

Dari 980 konsumen, hanya sembilan konsumen yang dikirimkan barangnya. 

Dalam melancarkan toko bodongnya, tersangka terbilang cukup rapi. 

Dia bahkan sampai menyewa kantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dan mempekerjakan enam karyawan sebagai customer services

Mereka ditugasi melayani keluhan konsumen yang setiap harinya mempertanyakan status pengiriman barang, lantaran barang yang dibeli tak juga sampai. 

Keuntungan demi keuntungan dari hasil menipu, kemudian dipakai tersangka untuk bisnis berupa investasi mata uang kripto. 

Aksi tipu tersangka berakhir, usai pihak kepolisian dalam proses penangkapan dibantu beberapa pihak bank, yang menjadi tempat transaksi antara korban dan pelaku. 

Tersangka sendiri diciduk di kawasan Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu, (9/1). 

Saat ditangkap, dari tangan pelaku, penyidik menyita sejumlah barang bukti di antaranya empat unit ponsel pintar merk Samsung dan Oppo, satu unit laptop, dua kartu SIM, satu KTP dan empat buku cek dari Bank BRI, BCA dan Mandiri.

Atas perbuatannya, YMP dijerat dengan pasal 28 ayat 1 juncto pasal 45A ayat 1 UU Nomor 19/2016 atas perubahan UU Nomor 11/2008 dan/atau pasal 378 KUHP dan/atau pasal 82 dan/atau pasal 85 UU Nomor 3/2011 Tentang Transfer Dana dengan ancaman maksimal enam tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar. (rwo)

Comments

comments