Penyidikan Kebakaran Kejagung Jumlah Saksi hingga Sangkaan Alami Perubahan

Monumen R. Soeprapto (Bapak Korps Kejaksaan) masih tegak berdiri. Kebakaran Kejaksaan Agung pada 22 Agustus lalu berbuntut pada dugaan pidana. Polisi tengah memburu pelaku./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta- Bareskrim Polri mengaku hanya memeriksa 64 saksi untuk mengungkapkan musabab sekaligus penetapan tersangka atas kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Jumlah itu berkurang dari apa yang disampaikan pada awal kasus ini naik ke tahapan penyidikan pada pertengahan September lalu, yakni 131 saksi,

“Ada 64 saksi yang kita periksa dari proses penyidikan ini kemudian kita bisa simpulkan bahwa asal api tersebut dari lantai 6 biro kepegawaian,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jumat (23/10).

Sambo tak menjelaskan mengapa ada pengurangan terhadap pemeriksaan sejumlah saksi dalam tahap penyidikan. Ia hanya menegaskan bahwa saksi yang diperiksa merupakan mereka yang potensial memberi petunjuk penyebab kebakaran, utamanya orang-orang yang berada di lantai 6, tempat di mana asal api berkobar.

“Kita tanyakan semuanya. Saat pra-rekonstruksi, kita tanyakan ke mereka, kapan dan sedang apa saat sebelum kejadian kebakaran,” ujar Sambo.

Pembuktian dugaan pidana dilakukan dengan tak hanya memeriksa saksi di lingkar dalam tempat kebakaran, melainkan juga meminta keterangan dari saksi ahli. Sambo menyebut ada dua ahli kebakaran, masing-masing dari kampus UI dan IPB.

“Nyala api terbuka ini yang jadi awal kebakaran Kejagung, menurut keterangan ahli itu bisa disebabkan oleh dua. Pertama karena bara api atau karena penyulutan api,” katanya.

Selain ada penyesuaian dalam jumlah saksi, sangkaan pasal atas dugaan pidana kasus kebakaran ini pun mengalami penyesuaian, seiring temuan saat penyidikan. Mulanya, disangkakan dua pasal, yaitu pasal 187 KUHP yang menekankan kebakaran karena disengaja dan pasal 188 KUHP yang mentitikberatkan tersangka menyebabkan kebakaran ditengarai faktor kealpaan.

Pasal dengan sangkaan disengaja terbakar mencuat. Setidaknya sejumlah tokoh nasional menyuarakan dugaan ini. Antara lain dinyatakan oleh mantan Ketua MPR Amien Rais. Ia menduga Kejagung sengaja dibakar ‘orang dalam’, sama seperti pembakaran gedung Bank Indonesia (BI) yang diduga berkaitan dengan skandal BLBI.

Senada, Ekonom senior Rizal Ramli juga mengunggah komentar di akun twitter @RamliRizal, “Selamat Kapolri Jend Pol Idham Aziz & Kabareskrim Sigit. Bravo. Ini kejahatan luar biasa, di negara lain tak ada yang berani bakar kantor Jaksa Agung. Al Capone saja kalah! Bongkar, terus, Bang Idham dan Mas Sigit.”

Analisa soal dugaan pidana karena kesengajaan, dikatakan Pakar pidana dari kampus Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, bisa merujuk pada motif tersangka, utamanya berkaitan dengan kasus penegakan hukum yang tengah diusut Kejagung

“Kesengajaan membakarnya melahirkan motif atau mens rea yang luas, bisa didakwa dengan dakwaan lain yang objeknya objek penting gedung negara, atau dakwaan lain sehubungan dengan kasus kasus besar yg ditangani Kejaksaan Agung,” ujar Fickar kepada Acuantoday.com, 18 September lalu.

Kendati begitu, Sambo menegaskan, di awal Polri sengaja menerapkan dua dugaan pasal untuk kasus ini.

“Penyidik menerapkan pasal alternatif untuk melihat apakah ini disengaja atau tidak disengaja. Semua kemungkinan-kemungkinan dari hasil penyelidikan kita naikkan ke penyidikan untuk memastikan apakah ini dibakar atau kebakar,” ujarnya.

Namun hasil penyidikan, mendapati penyebab kebakaran karena unsur kealpaan. Lima tersangka yang bersatus pekerja bangunan saat hari kejadian tengah merenovasi ruangan di lantai 6 disebut lalai karena menghisap rokok dan puntungan baranya yang terjatuh memicu nyala api. Satu orang selaku mandor pekerja dijadikan tersangka, lantaran lalai mengawasi kerja anak buahnya sehingga melanggar aturan dengan merokok.

Tersangka lain adalah pejabat Kejagung yang dinyatakan lalai karena mengizinkan penggunaan cairan pembersih berbahan gampang terbakar, sehingga membikin api menjalar ke cepat ke sejumlah lantai. Bos dari perusahaan pembuat cairan pembersih itu pun dicokok polisi.(rwo)

Comments

comments