Perangkat Desa Dituntut Lahirkan Inovasi untuk Sejahterahkan Masyarakat

Ilustrasi - Kantor desa di salah satu daerah di Indonesia. Perangkat desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) dituntut selalu mampu menciptakan inovasi baru untuk kesejahteraan masyarakat pedesaan./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) diminta melahirkan inovasi demi pembangunan masyarakat desa terutama dalam membantu masyarakat menghadapi dampak pandemi COVID-19.

“Silakan aparat desa buat inovasi yang prinsipnya, semua inovasi tentang desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Agus Andrianto di Jakarta, Sabtu (24/10).

Hal itu dikatakannya saat menerima audiensi DPP Apdesi dan DPD Apdesi Sumatera Utara (Sumut).

Mantan Kapolda Sumut tersebut mengatakan dampak COVID-19 bukan hanya kesehatan, tapi perekonomian dan dampak-dampak lain bahkan sampai ke sosial politik. Sesuai arahan Presiden agar gas dan remnya diatur, karena pemerintah tidak bisa memfokuskan kesehatan dan mengabaikan masalah perekonomian.

Agus berpendapat bahwa di sektor ekonomi, banyak potensi desa yang bisa dijadikan sebagai objek wisata di antaranya objek wisata sawah.

Sebenarnya, kata Agus, banyak kepala desa yang sudah melakukan inovasi dalam pembangunan di desanya melalui penggunaan dana desa yang diterima dari pusat. Namun ia menyarankan agar upaya tersebut dapat ditingkatkan dengan merangkul pelaku usaha agar mau menyalurkan dana sosial kepada desa di sekitar perusahaan.

“Saya harapkan kepada perwakilan Apdesi yang hadir, silakan rangkul pelaku usaha untuk membangun desa,” katanya.

Dengan dana CSR (Corporate Social Responsibility) yaitu dana yang harus dialokasikan perusahaan untuk kegiatan sosial dan lingkungan sekitar.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial perusahaan untuk membantu kegiatan sosial di masyarakat yang kesemuanya itu diharapkan untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan,” tuturnya.

Agus juga menekankan aparat desa sebagai tokoh lapis paling bawah di masyarakat yang menjadi garda terdepan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Aparat desa dapat menjadi pendorong agar semua elemen masyarakat kompak dan bersatu untuk menghasilkan kekuatan yang sangat luar biasa.

Apdesi yang didirikan pada 17 Mei 2005 di Jakarta merupakan organisasi profesi berbentuk kesatuan dengan ruang lingkup nasional, berdaulat, dan mandiri, atas dasar kesamaan kegiatan, profesi di bidang pemerintah desa serta pembangunan pedesaan yang beranggotakan kepala desa dan perangkat desa baik yang masih aktif maupun yang sudah menjalani masa purna bakti untuk memperjuangkan kemakmuran dan kesejahteraan pemerintah dan masyarakat desa.

Dalam pertemuan tersebut, DPD Apdesi Sumut diwakili oleh Suparman (Ketua DPD), Hajeman (Kades Bandar Labuhan), Alfian (Kades Dagang Kelambir), Sugianto (Kades Dalu XA Deli Serdang), Sudarman (Kades Pulau Johor), Syamsul Bahri (Kades Sei Limbat, Langkat) serta didampingi oleh Ipin Arifin (Sekjen DPP Apdesi Pusat) dan Ipung Surya (Wasekjen DPP Pusat).(har)

Comments

comments