Perluasan PPKM Mikro karena Tren Positif di Pulau Jawa – Bali

Tim gabungan pemburu pelanggar PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat) melakukan patroli di Kota Bogor, Rabu (13/1/2021). (ANTARA/HO/Polresta Bogor Kota)

Acuantoday.com— Satgas Penanganan Covid-19 terus melakukan pemantauan terhadap provinsi-provinsi yang menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat kelurahan atau desa (PPKM Mikro) yang sudah memasuki tahap 4. Hasil pemantauan selama 4 minggu, secara umum, menunjukkan tren perkembangan penanganan yang positif.

Dari hasil pemantauan yang menunjukkan tren perkembangan positif ini, mendasari perpanjangan kebijakan PPKM tahap 4 dengan perluasan hingga 15 provinsi. Yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Jika dilihat secara umum, 6 provinsi (Jawa – Bali) yang melaksanakan PPKM, sejak tingkat kabupaten/kota mengalami tren penurunan selama 4 minggu terakhir,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (23/3/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Melihat perkembangan tren penurunan per provinsi Jawa – Bali terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang konsisten menunjukkan penurunan selama 4 minggu berturut-turut. Sedangkan Banten, meski sempat mengalami peningkatan pada minggu ketiga pemantauan, namun menurun kembali pada minggu terakhir pemantauan. Untuk DKI Jakarta, Satgas menberi catatan. Karena setelah mengalami penurunan selama 3 minggu pertama pemantauan, persentase kasus aktif di minggu ke 4 mengalami peningkatan kembali.

Perkembangan baik secara umum di provinsi-provinsi Jawa – Bali mendasari perluasan PPKM Mikro. PPKM Mikro tahap 4, akan dimulai pada 23 Maret – 5 April 2021. Ada 5 provinsi baru yang turut menerapkan kebijakan ini diantaranya Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, NTT dan NTB. Melihat tren kasus aktif pada 5 provinsi tersebut, cenderung fluktuasi selama 4 minggu pemantauan oleh Satgas Covid-19.

Lebih rinci, Kalimantan Selatan menunjukkan kenaikan pada 2 minggu pemantauan namun persentasenya mengalami penurunan pada 2 minggu terakhir. Kalimantan Tengah menunjukkan tren kenaikan yang konsisten selama 4 minggu. Sulawesi Utara trennya konsisten mengalami penurunan selama 4 minggu.

Untuk NTT, trennya sempat mengalami penurunan pada minggu kedua, dan selanjutnya bertahan di angka yang sama selama 3 minggu berturut-turut. Sedangkan NTB, tren kasus menunjukkan peningkatan tajam pada minggu keempat pemantauan.

“Pemerintah berharap, dengan intevensi kebijakan hingga tingkat terkecil, dengan pendekatan kearifan lokal, pelaksaanaan PPKM Mikro pada 5 provinsi tambahan ini dapat membantu meningkatkan kualitas penanganan Covid-19, dan dapat signifikan menurunkan kasus aktif masing-masing wilayah tersebut,” pungkas Wiku.***nin

Comments

comments