Perludem: Pertimbangkan Pilkada untuk Ditunda

Warga Papua saat memberikan suaranya di tempat pemungutan suara. Minggu (27/9) Polda Papua mengharapkan rakyat Papua dapat mematuhui dan taat pada protokol kesehatan (prokes) penanganan COVID-19 serta terus menggemakan Pilkada Serentak 2020 yang damai./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta pemerintah dan pihak penyelenggara Pemilu untuk terus melakukan evaluasi, apakah Pilkada 2020 tetap benar-benar bisa dijalankan di tengah pandemi, atau harus ditunda untuk mengantisipasi penyebaran Covid- 19.

Dampak pemilihan kepala daerah yang tetap harus digelar dalam kondisi pandemi Covid-19, diingatkan semakin berat, rumit, kompleks, dan mahal sebagai dampak penyesuaian tata cara, prosedur dan mekanisme pengelolaan pemilihan selaras dengan protokol kesehatan.

Selain itu, seluruh pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pilkada serentak harus bersikap responsif saat pandemi Covid-19 masih terus berlangsung.

Sikap tersebut sangat dibutuhkan karena tantangan yang dihadapi cukup berat, sebab Pilkada harus digelar dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Harus ada sikap responsif untuk menjawab kebutuhan yang ada, khususnya terkait ketersediaan regulasi yang memadai, Perppu sekalipun,” kata Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini di Jakarta, Kamis (22/10).

Ia juga menyarankan, simulasi pungut atau hitung harus terus dilakukan untuk memotret secara utuh, detail teknis pelaksanaan pemilihan dengan protokol kesehatan.

Selain itu, adaptasi dan transformasi metode kampanye diarahkan agar dilakukan secara virtual/daring atau via media sosial.

Kemudian, akses pemilih pada sumber informasi pemilihan, terkait proses dan kontestan, menjadi lebih terbatas atau tidak sebanyak sebelumnya.

Ruang gerak dan interaksi peserta dan pemilih lebih terbatas. Dan yang krusial lanjut dia yakni ada risiko terhadap kesehatan dan keselamatan warga negara. (rht)

Comments

comments