PERSI Golden Award, RSPI Sulianti Saroso RS Vertikal Paling Siap Hadapi COVID-19

Dirut RSPI Sulianti Saroso Jakarta, Mohammad Syahril/Foto:Ist

 Acuantoday.com, Jakarta – Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, menerima PERSI Golden Award  2020 “Paramakarya Dharmartha Husada” untuk kategori rumah sakit vertikal.

Pemberi penghargaan, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), adalah “induk” organisasi yang membawahi 18 asosiasi rumah sakit, beranggotakan 2 956  rumah sakit, di Indonesia.

Penghargaan diberikan kepada rumah sakit yang dinilai memiliki kesiapsiagaan terbaik dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Penghargaan untuk RSPI Sulianti Saroso diserahkan oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan,  Abdul Kadir,  diterima direktur utama rumah sakit tersebut, Mohammad Syahril, secara virtual, Minggu sore (1/11).

“Saya bersyukur atas penghargaan ini. Tetapi perjuangan kita belum selesai. Semua elemen masyarakat harus bersatu, bersama – sama, menghadapi pandemi COVID 19,” ujar Syahril, seusai menerima penghargaan.

Selain RSPI Sulianti Saroso, empat rumah sakit  lain juga mendapat penghargaan serupa dengan kategori berberda. Keempat rumah sakit tersebut yakni RS TK II Dusitra, Cimahi, Jawa Barat, ( kategori RS TNI-Polri), RS Umum Daerah Sidoarjo, Jawa Timur (kategori RS Dearah), RS Pondok Indah Bintaro Jakarta (kategori RS swasta) dan RS Umum Pertamina Cilacap, Jawa Tengah (kategori RS BUMN).

Mohammad Syahril menuturkan, semua lini di rumah sakit yang dipimpinya punya andil sama sehingga RSPI Sulianti Saroso dinobatkan sebagai rumah sakit vertikal paling siap dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Tidak ada yang paling berjasa. Semua menjadi kesatuan dalam tim, yang tidak terpisah satu sama lain. Penghargaan ini untuk semua civitas hospitalia RSPI Sulianti Saroso yang total melawan COVID 19, ” tambah mantan Dirut Rumah Sakit Persahabatan Jakarta itu.

Per hari ini, secara kumulatif pasien COVID -19 yang ditangani RSPI Sulianti Saroso sebanyak 776 orang, 614 orang diantaranya telah sembuh, 118 orang meninggal dunia dan 44 orang masih dirawat.

RS Sulianti Saroso memiliki 48 unit tempat tidur isolasi tekanan negatif, 6 unit tempat tidur natural air flow dan 10 unit tempat tidur intensive care unit (ICU).

Sebanyak 45 orang dokter spesialis, 17 orang dokter umum , 204 orang perawat dan puluhan orang yang masuk dalam “tim pendukung” bergilir menangani pasien COVID 19.

‘Kami juga dibantu para rewalan. Ada dokter, perawat dan analis laboratorium,” ujar Syahril.

RS Sulianti Saroso menganani pasien COVID -19 sejak awal Maret lalu, ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus COVID 19 pertama di Indonesia.

Pasien COVID -19 “gelombang pertama” yang dirawat di rumah sakit tersebut yakni tiga perempuan asal Depok Jawa Barat, yang dikenal dengan sebutan pasien 01, 02 dan 03. Bekalangan tiga perempuan tu diketahui bernama SitaTyasutami, Maria dan Ratri Anindya.

Sebelum merawat pasien COVID -19, sejak Februari 2020 RSPI Sulianti Saroso mulai didatangi banyak pasien yang ingin memeriksakan kondisi kesehatannya, terkait merebaknya COVID -19 di beberapa negara.

Data menunjukkan, total pasien yang melakukan pemeriksaan kesehatan mencapai 2700 orang.

“Kami bersyukur apa yang dilakukan tim RSPI Sulianti Saroso mendapat apresiasi yang luar biasa,” ujar Syahril yang juga mantan Dirut RS Paru Ario Wirawan, Salatiga, Jawa Tengah, itu. (Yani)

Comments

comments