Pertama Kali! Demo Pro Demokrasi Kritik Raja Thailand secara Terbuka

Aksi protes turun ke jalan disuarakan gerakan pro demokrasi di seluruh Bangkok pada Sabtu (17/10). Protes ditujukan kepada pemerintahan PM Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha dan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn./Foto : Antara

Acuantoday.com, Bangkok- Aksi unjuk rasa pro demokrasi di Bangkok semakin. Massa mengabaikan larangan berkumpul yang diserukan polisi.

Aksi protes turun ke jalan disuarakan gerakan pro demokrasi di seluruh Bangkok pada Sabtu (17/10). Gerakan yang dilakukan sejak tiga bulan itu ditujukan kepada pemerintah dan monarki yang kuat.

Ribuan orang kebanyakan mengenakan baju hitam, mengadakan aksi di stasiun Lat Phrao di Bangkok utara. Protes juga terjadi di sejumlah wilayah kota tersebut.

“Prayuth keluar” seru para pemrotes, merujuk pada Perdana Menter Prayuth Chan-ocha, bekas penguasa militer yang mereka tuduh merekayasa pemilu tahun lalu untuk memperpanjang kekuasaan tentara.

Polisi telah menangkap lebih dari 50 orang termasuk beberapa pemimpin protes dalam seminggu terakhir ini.

Ada dua hal yang disuarakan gerakan unjuk rasa pro demokrasi di Thailand. Yaitu mendesak pencopotan Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha.
Kekuasaan Prayuth digoyang atas tuduhan merekayasa pemilihan tahun lalu untuk mempertahankan kekuasaan.

Tuntutan kedua pro demokrasi adalah menyerukan pembatasan kekuasaan monarki.

Kritik terhadap Raja dan keluarga dinilai tabu dan untuk pertama kali disampaikan secara terbuka.

Istana Kerajaan tidak mengomentari protes itu, namun Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn menyatakan bahwa istana membutuhkan orang-orang yang mencintai negara dan monarki.(har)

Comments

comments