Pertumbuhan Transportasi Negatif 30 Persen, Kadin Sarankan Pengusaha Lakukan Ini

Ilustrasi-Pesawat Citilink tengah parkir menunggu penumpang. /Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Efisiensi menjadi solusi bagi pelaku usaha bidang transportasi agar dapat bertahan di masa pandemi COVID-19.

Selama masa pandemi, transportasi angkutan penumpang mengalami kontraksi cukup dalam dibandingkan logistik atau barang. Hal itu disebabkan menurunnya ekonomi nasional.

“Terdapat dua kategori di sektor transportasi, yakni orang dan barang. Transportasi orang itu berbanding lurus dengan ekonomi nasional yang kontraksi sekitar 5 persen pada kuartal II dan akan diprediksi resesi,” kata Ketua Komite Tetap Sarana dan Prasarana Perhubungan Kadin Asmari Herry dalam webinar bertema “Transportation Industry Perspective” di Jakarta, Jumat (9/10).

Sehingga, katanya, rata-rata angkutan transportasi minus sekitar hampir 30 persen, terutama angkutan udara.

Sedangkan transportasi barang, menurut dia, relatif lebih baik dikarenakan masih adanya transaksi jual beli secara daring.

Untuk itu ia menyarankan pengusaha transportasi melakukan efisiensi di segala bidang di tengah masih tingginya penyebaran COVID-19 ini.

Selain itu, lanjut dia, yang bisa dilakukan pelaku usaha transportasi adalah gencar mengkampanyekan protokol kesehatan.

Dengan begitu, ia mengharapkan mobilitas masyarakat akan kembali tumbuh seiring dengan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi, khususnya publik.

“Lakukan sesuai protokol kesehatan meski penumpang mengalami penurunan,” ucapnya.

Setelah itu, Asmari juga mengatakan, solusi lainnya adalah realisasi stimulus oleh pemerintah.

“Kita dengar ada fiskal dan non fiskal, kita perlu dari sisi realisasi, sehingga recovery dapat lebih baik,” ucapnya.

Asmari juga meminta kepada pelaku usaha bidang transportasi untuk menyiapkan berbagai skenario dalam rangka mempertahankan kinerja.

“Pandemi yang dihadapi saat ini tidak ada yang tahu kapan berakhirnya. Saya yakin masing-masing perusahaan sudah antisipasi,” katanya. (mad)

Comments

comments