Pesan Para Dokter di Hari Dokter Nasional

Ilustrasi dokter./Foto: Antara (Pixabay)

Acuantoday.com, Jakarta―Hari Dokter Nasional tanggal 24 Oktober, jatuh pada Sabtu ini. Para tenaga kesehatan mengingatkan kepada kita semua untuk mematuhi protokol kesehatan, 3M (mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M),

Beberapa dokter pun menyampaikan pesannya.

Seperti dikatakan Dokter Siti Rosidah dan dua koleganya, Fransisca Y. dan Reci Maulita. Para dokter yang tergabung dalam tim Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Tanjung Priok ini meminta masyarakat tidak menganggap sepele penyakit yang tergolong baru di dunia itu.

“Covid-19 itu nyata jangan dianggap sepele, masyarakat tetap harus patuhi protokol 3M dan stay at home,” kata mereka kepada Antara melalui pesan elektroniknya.

Terkait begitu banyak informasi mengenai koronavirus ini, para dokter berharap masyarakat bisa mencari informasi dari sumber yang valid dan bersikap kritis sehingga tak mudah percaya isu salah atau hoaks yang beredar.

Dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan, Erlina Burhan pernah mengatakan, hoaks sendiri menjadi salah satu masalah di tengah penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

Menurutnya, informasi media sosial separuhnya berisi hoaks, salah satunya mengenai risiko tertular Covid-19 di rumah sakit.

Informasi yang salah ini membuat orang takut dan tidak mau datang ke rumah sakit karena takut tertular Covid-19. Padahal, menolak pengobatan bisa berdampak buruk pada mereka yang sudah mempunyai penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung dan lainnya.

Akhirnya, banyak dari mereka yang meninggal di rumah karena tidak mendapatkan pengobatan.

Di lain sisi, dokter spesialis kulit sekaligus direktur medis di Klinik Dermalogia, Arini Astasari Widodo, mengingatkan kita untuk selalu menjaga kesehatan kulit sebagai salah satu upaya menjauhkan diri terhadap infeksi, alergen, iritan hingga penyakit Covid-19.

“Kulit merupakan organ terluar dan merupakan barrier pertama pertahanan tubuh terhadap alergen, iritan, dan infeksi. Kulit juga merupakan organ terluas dari tubuh kita, sehingga apabila kesehatan kulit terganggu, tentu akan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan,” ujar dia dalam diskusi bersama media, Jumat (23/10) malam.

Menurut dokter yang juga dosen di UKRIDA itu, barrier kulit sangat efektif hingga jika Covid-19 menempel pada tangan lalu Anda segera mencuci tangan, maka Anda tak akan terkena penyakit itu.

“Covid-19 kalau menempel di tangan, kita tidak akan terjangkit, tinggal cuci tangan kemudian virus dapat inaktif. Kenapa? karena barrier kulit sangat efektif,” kata Arini. (ahm)

Comments

comments