Pesta Narkoba Bareng Anak Buah, IPW Minta Kapolsek Yuni Dihukum Mati

Ilustrasi-Narkoba./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Ketua Presidium IPW (Indonesia Police Watch), Neta S Pane meminta Kapolsek Astana Anyar Bandung Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dihukum mati.

Permintaan tersebut, jelas Neta, lantaran Kompol Yuni sebagai kepala kepolisian di lingkungan sektor malah secara memalukan beramai-ramai mengonsumsi narkoba bersama anggotanya layaknya mafia.

”Ke-12 polisi yang menggunakan narkoba itu seperti gerombolan mafia narkoba yang sedang beraksi, yang dipimpin bosnya, seorang kapolsek wanita. Bagaimana pun kasus yang sangat memalukan ini merupakan pukulan telak bagi Polri, khususnya bagi kapolri baru,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (18/2).

Mantan Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Jakarta itu menjelaskan, mengingat sabu yang dipakai dalam jumlah besar, besar kemungkinan Kompol Yuni Purwanti tak hanya pemakai, tapi juga bagian sindikat yang beroperasi dengan banyak jaringan pengedar.

”IPW berharap dalam proses di pengadilan ke-12 polisi itu dijatuhi vonis hukuman mati karena sudah mempermalukan institusi polri dan mencederai rasa keadilan publik,” ujarnya.

Seperti diketahui, publik dihebohkan dengan penggerebegan terhadap Kompol Yuni Purwanti Dewi, Kapolsek Astana Anyar yang sedang pesta sabu-sabu bersama 11 polisi lainnya di sebuah hotel di Kota Bandung pada Selasa (16/2/). 

Dari hasil pemeriksaan tes urine, Kompol Yuni Purwanti dan 11 orang lainnya positif mengonsumsi amphetamine atau narkoba jenis sabu. (mmu)

Comments

comments