Peternak Keluhkan Anjloknya Harga Ayam, Pemerintah Diminta Tindak Perusahaan Nakal

Peternak memilih ayam pedaging siap panen sebelum dijual ke pasar di Kebalen, Malang, Jawa Timur, Rabu (14/10/2020)./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Kalangan peternak ayam meminta pemerintah menindak tegas perusahaan integrator yang secara sengaja melanggar Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) no 7 tahun 2020, yang menetapkan harga acuan penjualan livebird atau panen ayam.

Ketua Forum Peternak Ayam Milenial Jawa Barat Alvino Antonio W menyatakan, pemerintah melalui Pemendag No.7/2020 telah menetapkan harga acuan penjualan livebird Rp19.000–Rp21.000 per kg di tingkat peternak. 

Sedangkan harga anak ayam sehari atau DOC kisaran Rp6.000 per ekor dan harga pakan Rp6.800 – Rp7.000 per kg.

“Dengan adanya harga acuan Permendag tersebut, ternyata telah dilanggar oleh perusahaan breeder dan pabrik pakan (sapronak),” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (3/12).

Dia menyebutkan, harga livebird saat ini menyentuh level Rp6.000–Rp16.500 per kg di wilayah Bogor, sedangkan Harga Pokok Produksi (HPP) mencapai Rp18.000 per kg.

Sementara itu, harga DOC/anak ayam Rp7.000–Rp7.500 per ekor dan harga pakan menyentuh di angka Rp7.000–Rp7.200 per kg, harga pakan cenderung naik sekitar Rp250 per kilogramnya sejak bulan lalu.

Sejak 2015, hingga kini pengujung 2020, lanjutnya, harga ayam hidup/livebird masih tertekan di bawah HPP.

Penyebab utama adalah harga sarana produksi ternak (sapronak) yang meliputi DOC/anak ayam dan pakan ternak jauh lebih tinggi daripada harga panen ayam (livebird).

Alvino menyatakan, harga sapronak tidak sebanding dengan harga panen ayam hidup yang diterima peternak.

Turunnya harga tersebut, diperparah dengan over supply/pasokan ayam berlebih, sehingga berimbas pada anjloknya harga livebird.

Padahal pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 32/2017 secara detail mengatur tentang pengendalian supply-demand secara seimbang.

Akan tetapi hal itu tidak diindahkan oleh perusahaan integrasi, secara sengaja memproduksi DOC sebanyak-banyak sehingga produksi livebird membanjiri pasar tradisional.

“Kami atas nama Peternak Ayam Millenial Jawa Barat menuntut kepada Menteri Perdagangan untuk menindak tegas kepada perusahaan–perusahaan integrator yang secara sengaja menaikkan harga sapronak tersebut,” katanya. (ahm)

Comments

comments