Pilkada Bertepatan Hari Antikorupsi, Pesan Kepala Daerah Terpilih Tidak Korupsi

Ilustrasi-Kampanye Pemilihan Umum./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta- Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta Ahmad Tholabi Kharlie menuturkan, pelaksanaan Pilkada serentak 2020 yang jatuh pada, 9 Desember ini bertepatan dengan peringatan hari anti korupsi.

Menurut Ahmad Tholabi, kesamaan ini hanya sebuah kebetulan, tetapi memiliki pesan kuat kepada para calon kepala daerah yang terpilih nanti untuk tidak melakukan pelanggaran korupsi.

“Pilkada serentak bertepatan dengan peringatan hari antikorupsi hanyalah sebuah kebetulan. Namun, momentum ini memberi pesan penting agar kepala daerah yang terpilih kelak saat memimpin tidak korupsi,” kata Ahmad lewat keterangan tertulisnya, Rabu (9/12).

Dikatakan pengajar ilmu hukum ini, menyitir data dari KPK pada 2004 sampai Agustus 2020, sebanyak 300 kepala daerah sudah tersangkut korupsi. 124 kasus korupsi itu ditangani oleh KPK.

“Angka ini tentu harus menjadi cermatan khususnya kepala daerah, agar tidak terjerat kasus korupsi,” jelasnya.

Ketua Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia ini menilai, pelaksanaan Pilkada di masa pandemi memiliki tantangan yang tidak ringan, termasuk potensi politik uang yang cukup tinggi.

“Masa pandemi yang berdampak secara ekstrem terhadap perekonomian masyarakat, jangan sampai menjadi alasan untuk membagi-bagi uang dan iming-iming kepada pemilih. Kami meminta Bawaslu untuk betul-betul memastikan pilkada di masa pandemi ini terjaga kualitasnya,” ucapnya.

Dilanjutkan Ahmad, penerapan protokol kesehatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus dilakukan secara ketat. Menurut dia, situasi ini harus dipastikan berlangsung hingga usai penghitungan suara.

“Saat pencoblosan sudah bagus, petugas di TPS ketat menerapkan protokol kesehatan. Harapannya saat penghitungan suara nanti harus dipastikan tidak ada kerumunan massa,” harapnya. (rht)

 

Comments

comments