Pimpinan MPR: Perlu Konsistensi Penegakan Aturan Pengendalian Covid 19

Pengendara melintas di depan baliho edukasi penerapan protokol kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (14/10/2020). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 secara masif mensosialisasikan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M) dengan tagline 'ingat pesan ibu' guna meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/foc. (ANTARA/ARNAS PADDA)

Acuantoday.com— Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai perlu konsistensi dari pemerintah dalam menegakkan aturan pengendalian Covid 19 agar lonjakan kasus positif yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak terus berlanjut.

“Dalam dua hari terakhir tercatat lonjakan kasus positif Covid 19 hingga menembus angka 5.000-an. Upaya pengendalian yang konsisten dan penegakan disiplin menjalankan protokol kesehatan harus terus dilakukan,” kata Lestari dalam keterangan tertulis, Minggu.

Mengutip data Satuan Tugas Penanganan Covid 19 pada 12, 13, dan 14 November, berturut-turut tercatat penambahan 4.173, 5.444 dan 5.272 kasus terkonfirmasi positif Covid -19 di Indonesia.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, tren lonjakan kasus tersebut terjadi pada akhir pekan. Sejumlah ahli epidemiologi menduga lonjakan kasus itu terjadi sebagai dampak dari pelaksanaan cuti bersama dua pekan lalu.

Pemerintah diminta bercermin dari peristiwa lonjakan kasus Covid 19 yang terjadi akibat adanya momen libur panjang, yakni pada pertengahan Agustus dan awal November 2020.
Dalam momen libur panjang tersebut, terjadi banyak kerumunan masyarakat di berbagai tempat yang berpotensi memunculkan klaster-klaster baru penyebaran Covid 19.

Di samping itu, Rerie juga menilai bahwa hingga saat ini penegakan aturan pengendalian Covid-19 masih belum dijalankan secara maksimal. Sejumlah pihak yang bewenang dalam pengendalian Covid 19, kata dia, terkesan melakukan pembiaran ketika ada sekelompok orang menciptakan kerumunan di area publik.

“Terkesan tebang pilih dalam penegakan aturan. Pemerintah seyogianya konsisten dalam menegakkan protokol pengendalian Covid 19,” ujar Rerie.

Tindakan inkonsistensi tersebut, tambah Rerie, berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik terhadap para pemangku kepentingan dalam pengendalian Covid 19. Padahal, kata dia, untuk meningkatkan upaya pengendalian Covid 19 perlu kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat.

Oleh karena itu, Rerie berpandangan bahwa sudah saatnya para pemangku kepentingan konsisten menegakkan aturan dalam pengendalian Covid 19 agar kepercayaan publik tetap terjaga.***cit/ant

Comments

comments