PKL Bonbin Ragunan Menjerit

Segelintir pedagang kali lima di pelataran kebun binatang Ragunan yang terdampak dari kebijakan PSBB. Foto: Rohman Wibowo (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Banyak sektor menjadi imbas dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lanjutan yang diputuskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Salah satunya para pedagang kaki lima (PKL).

Keluhan itu disuarakan para PKL yang biasa berjualan di Kebun Binatang (Bonbin) Ragunan, Jakarta Selatan. Salah satu destinasi wisata warga Ibukota ini akan ditutup kembali seiiring dengan pemberlakukan PSBB lanjutan terhitung mulai Senin (14/9/2020).

Rudi, seorang PKL yang saban hari menjajakan minuman dingin di Ragunan mengaku aturan PSBB telah menutup ‘ladang usaha’ itu. Pada PSBB lalu, ia mengaku pendapatannya melorot drastis. “Saya hanya bisa bawa pulang uang Rp100 ribu sejak pertama Ragunan ditutup 14 Maret lalu,” kata Rudi yang mengaku uang sebesar itu ia dapat setelah banting tulang dari pukul 6 pagi hingga 4 sore.

Saat PSBB ditiadakan dan Ragunan dibuka kembali, pendapatannya kembali merangkak naiik. Uang Rp 200 ribu bisa digenggam nya untuk diserahkan kepada anak dan isterinya.

Rudi mengatakan dengan uang pendapatan kotor Rp 200 ribu saja, ia sudah pontang panting karena mesti dibagi lagi untuk sewa rumah, biaya makan keluarga dan tambahan pengeluaran baru: membeli kuota internet untuk kedua anaknya yang duduk di bangku sekolah menengah atas.

Rudi mengungkapkan dampak PSBB bukan saja membuat pendapatannya turun, tetapi telah menambah beban hidupnya karena dia harus berutang. Motor satu-satunya terpaksa ia gadai. “Ini masih 6 bulan lagi cicilannya,” kata Rudi kepada wartawan Acuantoday.com, Minggu (13/9/2020).

Ungkapan kecewa juga disampaikan Saimo. Pria paruh baya asal Wonogiri, Jawa tengah ini sehari-hari menjadi penjual bakpau di pelataran taman satwa Ragunan.

Uang yang masuk kantong kini berkurang setengah. “Sekarang dapat Rp150 ribu sehari aja udah bersyukur,” kata Saimo.

Saimo juga mengaku harus berutang saat PSBB pertama diberlakukan. “Saya ngutang Rp50 juta di BRI buat bantu anak bangun rumah di kampung. Cicilannya Rp2,7 juta per bulan,” ucapnya.

Rudi dan Saimo merupakan potret segelintir pedagang yang mengandalkan penghasilan dari pengunjung taman satwa Ragunan. Tak pelak, kehidupan mereka secara ekonomi turut terancam.(rwo/har)

Comments

comments