PKS Kritik Pembagian Souvenir di Kunker Jokowi

Warga Kulon Progo berusaha mendekat ke arah mobil yang dutumpangi Presiden Jokowi, Jumat 28 Agustus 2020/Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera membantah aksi kerumunan saat Presiden Joko Widodo alias Jokowi tiba di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah spontanitas masyarakat. Pasalnya, kerumunan itu terjadi saat Jokowi membagikan souvenir kepada masyarakat.

“Ini bukan yang pertama Pak Jokowi bagi-bagi souvenir atau nasi kotak yang menimbulkan kerumunan. Sebelumnya bagi-bagi nasi kotak, kemarin bagi-bagi souvenir. Jika itu sudah dipersiapkan di mobil, namanya bukan spontanitas,” kata Mardani kepada wartawan, Rabu (4/2).

Dikatakan Anggota Komisi II DPR RI ini, pihak Istana mestinya sudah menyiapkan langkah antisipasi saat Presiden hendak membagikan souvenir, agar masyarakat tidak melakukan kerumunan seperti yang terjadi kemarin.

“Kenapa pihak Istana tak bisa melakukan antisipasi dalam kunker ada potensi kerumunan,” ucapnya.

Politisi asal DKI Jakarta ini melanjutkan, sebelumnya Presiden Jokowi mengaku kecewa kepada Pemerintah daerah karena PPKM dan PSBB tidak efektif dijalankan. Padahal, Presiden sendiri tidak memberikan contoh kepada Pemerintah daerah dan masyarakat secara menyeluruh.

“Jadi karena daerah kurang tegas masyarakat kurang patuh protokol kesehatan. Tapi beberapa kali Presiden menyebabkan kerumunan, warga mencontoh pemimpinnya?,”ujarnya.

Menurut Mardani, dalam kasus seperti ini Presiden harus menunjukan ketegasannya agar dicontohkan oleh Pemerintah daerah, bukan malah melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

“Masyarakat membutuhkan keteladanan dan komitmen pemimpinnya. Ini masalah kita bersama, tiap pemimpin mesti menjadi contoh penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Diketahui, media sosial dibanjiri dengan video viral yang memperlihatkan kerumunan warga saat Presiden Joko Widodo tiba di Maumere, Nusa Tenggara Timur pada, Selasa (23/2). Video viral ini mendapat berbagai tanggapan dari publik, ada yang menyalahkan dan ada pula yang membela. (rht)

Comments

comments