Poin-Poin Penting Aturan PSBB Jilid II DKI

Ilustrasi-Pelaksanaan PSBB di Jakarta./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta – Mulai Senin, 14 September 2020, Pemerintah Provinsi DKI kembali menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat. Kebijakan untuk penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) itu dituang dalam Peraturan Gubernur No. 88 Tahun 2020.

Pelaksanaan PSBB Jilid II ini akan berlaku hingga dua pekan mendatang.

Berikut ini poin-poin PSBB Total di DKI Jakarta yang perlu diperhatikan.

Kapasita kantor 25 persen
Gubernur Anies hanya membolehkan kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta sebanyak 25 persen di perkantoran. Jika ditemukan kasus positif terhadap suatu perkantoran, maka gedung perkantoran tersebut akan ditutup untuk waktu tiga hari pertama.

11 sektor yang dikecualikan dari pembatasan adalah kesehatan; bahan pangan/makanan/minuman; energi; komunikasi dan teknologi informasi; keuangan; logistik; perhotelan; konstruksi; industri strategis; pelayanan dasar, utulitas publik; dan, kebutuhan sehari-hari

Warung dan restoran cuma bisa take away
Warung makan, restoran ataupun kafetaria masih diperbolehkan beroperasi. Hanya saja, untuk aktivitas jual beli makanan hanya boleh dilakukan untuk pembelian yang langsung dibawa pulang (take away). Begitu juga dengan pengantaran (delivery).
“Restoran, rumah makan, kafe bisa beroperasi hanya dengan memberikan pengantaran atau ambil bawa pulang tetapi tidak diizinkan menerima pengunjung untuk makan di tempat,” kata Anies.

Tempat olahraga dan rekreasi ditutup
Sementara itu terhadap tempat olahraga, pariwisata, taman bermain dan rekreasi juga ditutup.

Berkumpul hanya diizinkan lima orang
Anies pun membatasi perkumpulan orang di waktu yang bersamaan tidak boleh lebih dari 5 orang.

Kapasitas penumpang transportasi 50 persen
Dalam aturan PSSB kali ini, penumpang maupun frekuensi kendaraan umum dibatasi hingga maksimal 50 persen dari kapasitas. Sedangkan untuk penumpang kendaraan mobil dibatasi maksimal 2 orang pada satu baris tempat duduk, kecuali berasal dari satu keluarga yang berdomisili di tempat yang sama.

Ojol boleh bawa penumpang
Berbeda dengan PSBB tahap awal, ojol kali ini diizinkan membawa penumpang maupun barang. Catatannya, protokol kesehatan secara teta tetap harus dijalankan.

Aturan ganjil-genap ditiadakan
Pemprov juga menghapuskan aturan ganjil-genap selama PSSB berlangsung.

Pemberian bansos jalan terus
Anies menegaskan, pemberian bantuan sosial terus diberikan sesuai jadwal yang telah disusun hingga akhir tahun. Penerima bantuan sosial adalah warga rentan dan kurang mampu sesuai data Kemensos dan Dinsos yang selama ini telah menerima bantuan sosial.

Hukuman bagi pelanggar
Pergub 88 juga mengatur mengenai sanksi berjenjang terhadap para pelanggar PSBB baik individu maupun pelaku usaha.

Terhadap individu yang tidak memakai masker 1 kali akan dihukum kerja sosial selama 1 jam atau denda Rp250 ribu. Jika tidak memakai masker 2 kali, maka dihukum kerja sosial 2 jam atau denda Rp500 ribu, dan seterusnya.

Apabila pelanggar PSBB merupakan pelaku usaha, maka dihukum penutupan 3×24 jam. Jika melanggar protokol kesehatan 2 kali, akan ada denda administratif Rp50 juta, hingga hukuman terberat yakni pencabutan izin usaha (jika terlambat membayar denda lebih dari 7 hari). (ahm)

Comments

comments