Pola Gerakan Aksi Demo Menyebar Hingga ke Seluruh Provinsi

Lintas organ ekstra kemahasiswaan berada di atas mobil komando dalam rangka berdemo menolak UU Cipta Kerja pada 8 Oktober lalu. Tak sedikit mahasiswa yang ditetapkan tersangka oleh polisi. Foto: Rohman Wibowo/Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta- Polri mengungkapkan puncak aksi demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pada 8 Oktober lalu berlangsung di seluruh provinsi di Indonesia.

“Ada 95 aksi di seluruh Indonesia, di 34 provinsi ada semua,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono Argo di Polda Metro Jaya saat jumpa pers, Senin (12/10).

Argo menuturkan pola penyebaran aksi demonstrasi berupa rangkaian yang menjalar dari satu daerah ke daerah lainnya. Mulanya aksi demo itu digelar sejak 5 Oktober yang tersebar di Jakarta Pusat, Sleman, DIY, hingga Tangerang.

Kemudian, sambungnya, unjuk rasa berlanjut pada 6 Oktober, yang berlangsung di Bandung, Serang, dan Makassar. Disambung pada 7 Oktober, demonstrasi meletus di Bandung, Jambi, Lampung, Majene, serta Mamuju, sebelum akhirnya demo meletus pada momen puncak, 8 Oktober.

Dari serangkaian demo tadi, Argo menjabarkan, polisi berhasil menangkap 5.918 pedemo. Dari jumlah itu, sebanyak 167 orang diantaranya diduga sebagai tersangka.

“71 orang tidak ditahan tapi tetap diproses pidana, karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun, sisanya kami tahan,” ujarnya.

Argo merinci setiap tersangka di tiap provinsi, berikut detailnya: 32 tersangka di Sumatera Utara, lima tersangka di Jambi, enam tersangka di Jambi, enam tersangka di Sumatera Selatan, empat tersangka di Lampung, 14 tersangka di Banten, 54 tersangka di Jakarta.

Kemudian, 14 tersangka di Jawa Barat, lima tersangka di Jawa Tengah, 15 tersangka di Jawa Timur, empat tersangka di DIY, lima tersangka di Kalimantan Barat, satu tersangka di Kalimantan Selatan, enam tersangka di Sulawesi Selatan, dan tiga tersangka di Sulawesi Tengah.

“Tersangka ini ada yang bersatus mahasiswa sebanyak 29 orang, pelajar 83, masyarakat 7, ada buruh 7, pengangguran 10, lain-lain 30. Ada juga ibu rumah tangga di Sumatera Utara ditahan,” tukas Argo.(rwo)

Comments

comments