Polda Metro Jaya Klaim Sudah Tangkap 11 Tersangka Kasus Mafia Tanah

Ilustrasi - Sertifikat tanah sebagai bukti kepemilikan tanah baik perorangan maupun perusahaan atau kelompok. /Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Usai viral gegara mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal mengeluh soal mafia tanah yang membuat ibunya jadi korban, pihak Polda Metro Jaya mengaku sudah memproses para pelaku.

Bahkan, kata Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dwiasi, sebanyak 11 tersangka sudah diciduk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sampai saat ini, sudah 11 tersangka ditangkap. Itu yang dari 2 laporan yang diterima polisi,” kata AKBP Dwiasi di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

AKBP Dwiasi menjelaskan, pihaknya sedang mencari unsur pidana dari laporan ketiga yang diterima petugas, sebab kasus tersebut bermula dari ranah hukum perdata, yaitu jual beli tanah dan bangunan.

”Perkara yang ketiga terus dilakukan pembuktian materi berdasarkan alat bukti yang relevan,” ujarnya.

AKBP Dwiasi membeberkan, kronologi kasus bermula saat ibunda Dino Patti Djalal, Zurni Hasyim Djalal, yang merupakan pemilik tanah dan bangunan yang terletak di Pondok Indah pada April 2019 didatangi calon pembeli.

Ketika itu, 2 orang atas nama Van dan Fery mengaku ingin membeli tanah dan bangunan. Melalui Mustopa, selaku kuasa hukum korban, Zurni Hasyim Djalal akhirnya menyerahkan sertifikat tanah tersebut kepada Arnold yang mengaku mewakili kedua pembeli.

Namun, saat pembayaran baru di tahap uang muka, 2 orang bernama Van dan Fery itu sudah membalikkan nama pemilik dalam sebuah Akta Jual Beli (AJB) sehingga status tanah dan bangunan itu bukan lagi atas nama Zurni Hasyim Djalal.

Ternyata, jelas AKBP Dwiasi, itu jadi modus operandi yang biasa dijalankan mafia tanah dan sindikatnya.

“Tanpa sepengetahuan korban pada 22 April 2019 terbit AJB yang berisi bahwa korban menjual tanah dan bangunan miliknya kepada Van,” jelas AKBP Dwiasi. (Mmu)

Comments

comments