Polda Metro Ringkus 10 Pembegal Sepeda, Ada Anak di Bawah Umur

Polda Metro Jaya ungkap kasus pembegalan pesepada di Jakarta yang marak terjadi beberapa bulan belakangan. Pelaku ada yang di bawah umur./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta― Polda Metro Jaya berhasil meringkus 10 tersangka pelaku begal sepeda. Mayoritas dari mereka pengangguran dan beberapa di antaranya masih di bawah umur.

Sepuluh tersangka itu adalah MA, SH, AR, BG, RN, MMAH, NY, ID, MAS alias Kancil, dan SL alias Tompel.

“Beberapa hasil pemeriksaan terhadap tersangka mereka ini tidak hanya melakukan sekali pembegalan tetapi sudah beberapa kali,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (3/11).

Disebutkan, sepanjang September hingga Oktober 2020, sedikitnya Polda Metro Jaya menerima 12 laporan kejadian pembegalan, dan diperkirakan masih banyak lagi yang belum dilaporkan.

Nana mengungkapkan para pelaku biasa melancarkan aksinya di jalan-jalan protokol ibu kota, misal di kawasan Sudirman, Thamrin dan Kuningan.

Acap kali pelaku bergerak secara berbarengan. Modus pembegalannya, pelaku selalu menyasar korban yang gowes sendirian atau yang terpisah dari rombongan.

Kemudian mereka mengintai korban dari belakang, sebelum akhirnya menyalip korban, dengan menggunakan sepeda motor.

Sementara itu, pelaku lain tetap mengikuti dari belakang korban. Dalam kondisi seperti ini, posisi korban seolah terapit para pelaku.

“Biasanya yang kalau dua motor, satu motor melewati dulu kemudian pura-pura berhenti ke pinggir, terus (pelaku) yang di belakang kasih kode kemudian langsung mepet,” kata Nana.

Dalam posisi itu lah, pelaku yang mengikuti belakang langsung merampas harta benda korban yang tengah asyik menggowes. Tak jarang, pembegalan berujung dengan kekerasan hingga korban mengalami luka-luka.

Mereka yang telah ditetapkan tersangka dikenai Pasal 365 KUHP tentang penjambretan, dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara.

Nana mengatakan, masih ada pelaku pembegalan yang berkeliaran bebas dan polisi tengah memburu mereka.

Pada kesempatan itu Nana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat bersepeda di jalan protokol di saat malam hari.

Nana mengingatkan agar pesepeda jangan membawa barang mewah saat bersepeda, termasuk ponsel. Sebab, itu yang menjadi incaran pembegal.

“Kalaupun harus membawa ditempatkan yang tidak kelihatan, karena biasanya korban menyimpan handphone-nya ditaruh di stang sepeda,” ujarnya.

Adapun 6 laporan begal sepeda yang telah berhasil diungkap antara lain:

1. Kejadian pembegalan pesepeda pada 27 September 2020, berlokasi di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

2. Kejadian pada Kamis 15 Oktober 2020, berlokasi di depan Institute Prancis, Menteng, Jakarta Pusat.

3. Kejadian pada Sabtu, 17 Oktober 2020 di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat.

4. Kejadian pada Minggu 18 Oktober 2020, berlokasi di Jalan Seha 2 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

5. Kejadian pada Selasa 20 Oktober 2020, berlokasi di Jalan Jembatan III Raya, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

6. Kejadian pada Sabtu 24 Oktober 2020, berlokasi di Jembatan Atas Tol, Jalan Raya UPJ, Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan. (rwo)

Comments

comments