Polda Metro Ringkus Komplotan Curanmor, Satu Tewas

Ilustrasi-Pelaku kriminal./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Polda Metro Jaya menangkap sembilan orang yang diduga sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Satu di antaranya, inisial MS (20), tewas diterjang peluru karena melawan saat akan disergap.

“Petugas mesti melakukan tidakan terukur kepada yang bersangkutan (MS), karena berbahaya menggunakan senjata api saat proses penangkapan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10). 

Para pelaku yang sudah diamankan oleh polisi berinisial, FY (21), RE (27), T (35), MR (19), JA (21), A (20), IR (43), dan ZO.

Yusri menuturkan, semua pelaku ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda. 

Komplotan ini biasa beroperasi curanmor di sejumlah daerah, mulai dari wilayah Bekasi, Jakarta Timur, Jakarta Barat hingga Tangerang Selatan.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku selalu memantau keadaan  di daerah sasaran, sebelum akhirnya menggasak sepeda motor korban. 

Target operasi komplotan ini biasanya motor yang terparkir di tempat sepi atau tidak menggunakan kunci pengaman lain.

Setiap pelaku mempunyai perannya masing-masing. Dengan bekal kunci T, L dan Y, satu orang bertugas sebagai pembobol motor. Sedang yang lain mengawasi lokasi sekitar. 

“Dalam hitungan detiknya saja mereka sudah bisa membuka,” katanya.

Setelah motor curian didapat, kata Yusri, peran pelaku lain mempreteli bagian motor, sebelum akhirnya diserahkan kepada penadah, yang tak lain bagian dari komplotan curamnor ini. 

Meski sudah menangkap delapan pelaku dan menembak mati satu orang, Yusri menjelaskan jaringan sindikat curanmor ini masih ada yang dalam pengejaran. 

Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun. 

Untuk jeratan hukum kepemilikan senjata api ilegal, polisi menggunakan UU Darurat Nomor 12 dengan ancaman penjara 20 tahun. 

Sementara untuk penadah motor curian disangkakan Pasal 480 KUHP tentang Tindak Pidana Penadahan dengan ancaman hukuman paling sebentar 4 tahun penjara. (rwo)

Comments

comments