Polemik Penganugerahan Doktor Honoris Causa Nurdin Halid oleh Unnes Terus Berlanjut

Nurdin Halid (berdiri, tiga dari kanan) saat mendapat gelar doktor honoris causa dari Unnes. (Foto: Humas Unnes)

Acuantoday.com, Semarang– Polemik penganugerahan doctor honoris causa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) kepada mantan ketua umum PSSI dan juga politikus Golkar, Nurdin Halid terus berlanjut.

Sebelumnya Nurdin Halid dianugerahi doktor honoris causa oleh Unnes pada Kamis (11/2) karena dianggap memiliki kontribusi terhadap dimulainya pendekatan industry dalam pengelolaan organisasi sepakbola di Indonesia.

Namun, sebelum dan sesaat pengangkatan, di internal Unnes muncul pro kontra karena status Nurdin Halid yang mantan koruptor.

Bahkan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unnes memberi kartu merah kepada pimpinan kampus karena tetap memberikan gelar Doctor Honoris Causa kepada Nurdin Halid.

Presiden mahasiswa Unnes, Wahyu Pratama mengatakan bahwa sebetulnya pemberian gelar kehormatan seperti doktor honoris causa kepada tokoh atau pejabat publik merupakan hal yang wajar. Namun mereka saat ini keberatan dengan cap mantan koruptor yang tersemat kepada Nurdin Halid.

“Tentunya berdasarkan payung hukum yang ada, pemberian gelar kehormatan tersebut tidak asal diberikan kepada seseorang,” ujar Wahyu Pratama di depan Auditorium Unnes beberapa waktu yang lalu.
“Sebagaimana publik ketahui, Nurdin Halid merupakan mantan Narapidana Korupsi pada masa lampau,” imbuhnya.

Yang terbaru, pada Minggu (14/2), guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang, Bambang Budi Raharjo dikeluarkan dari group WhatsAap Majelis Profesor Unnes setelah mempertanyakan pemberian doktor honoris causa kepada Nurdin Halid.

Bambang Budi Raharjo mengungkapkan ia dikeluarkan pasca-mengunggah poster upacara penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Nurdin Halid di group WhatsAap Majelis Profesor Unnes.

Postingan itu disertai tulisan “Anggota Majelis yth, sudah layakkah orang ini mendapatkan gelar doctor honoris causa?” yang disertai dengan poster bergambar Nurdin Halid yang diambil dari akun resmi Unnes.

“Saya ambil gambar itu dari akun resmi Unnes, terus saya share ke group WA Profesor,” tandasnya, Minggu (14/2/2021).

Tak mendapat jawaban di grup WhatsApp majelis professor Unnes, Bambang lantas memposting unggahan dari seorang alumnus Unnes, Achiar M Permana di Facebook.

Unggahan tersebut berupa dialog satire yang menyejajarkan Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dengan Nurdin Halid karena sama-sama menerima anugerah tersebut dari Unnes.

“Setelah itu, saya dikeluarkan dari group WA. Saya hanya bertanya saja kenapa saya dikeluarkan dari group WA,” keluhnya.(Alvin)

Comments

comments