Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus RS Ummi

Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/12/2020)./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Bareskrim Polri belum menetapkan tersangka kasus dugaan penghalangan kerja Tim Gugus Tugas Covid-19 saat pentolan FPI Rizieq Shihab yang dirawat di RS Ummi, Bogor, akhir November lalu. 

Sekadar diketahui, proses pengusutan kasus ini,  sudah sampai pada gelar perkara berdasar pemeriksaan sejumlah saksi dan barang bukti. 

Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian, mengatakan, gelar perkara telah dilakukan, Senini kemarin (28/12), tapi hal itu belum bisa membuat penyidik menetapkan siapa pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka. 

Menurutnya, penyidik masih butuh lagi untuk pemeriksaan sejumlah saksi.  

“Terkait kasus RS Ummi, masih ada beberapa saksi yang harus dilakukan pemeriksaan sebelum menetapkan tersangka,” kata Andi saat dikonfirmasi, Selasa (29/12). 

Pangkal dari kasus ini adalah saat pihak rumah sakit diduga menutupi kejelasan status tes swab Rizieq yang tengah dirawat. Satgas COVID-19 Kota Bogor meminta pihak rumah sakit transparan soal hasil tes swab pentolan FPI itu, tapi direspons mengambang. 

Proses pengambilan tes swab, juga jadi masalah lain yang disoal Pemerintah Kota Bogor, sebab dianggap tidak sesuai prosedur karena sebelumnya Satgas COVID-19 setempat ingin melakukan tes swab langsung, tapi dihalangi. 

Perkara kian bertambah, ketika Rizieq memutuskan untuk pulang perawatan dan diperbolehkan pihak rumah sakit. Pasalnya, kepulangannya tanpa diketahui oleh pemerintah setempat dan ditambah kondisi kesehatannya, termasuk hasil tes swabnya pun masih dalam tanda tanya. 

Alhasil, Dirut RS Ummi Andi Taat, dilaporkan ke polisi atas dugaan pelanggaran Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984, dengan ancaman pidana hukuman 1 tahun penjara.

Dalam kasus ini, polisi sudah memeriksa puluhan saksi, mulai dari jajaran Satgas COVID-19 Kota Bogor, termasuk Wali Kota Bima Arya hingga pihak rumah sakit. (rwo)

Comments

comments