Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Kebakaran Kejagung

Reruntuhan sisa material Gedung Utama Kejagung yang habis terbakar pada peristiwa kebakaran hebat Sabtu tanggal 22 ahustus lalu. Minggu (27/9) para pekerja masih berupaya meratakan gedung yang akan dirobohkan karena dianggap sudah tidak layak digunakan lagi. /Foto: Rohman Wibowo (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta-Penyidik Bareskim Polri memberi sinyal adanya tersangka baru kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Sejauh ini Polri telah menetapkan delapan tersangka kasus kebakaran gedung Kejagung.

Hari ini, Selasa (3/11) Polri mengagendakan pemeriksaan terhadap dua saksi baru, MAI dan SW yang akan dimintai keterangan oleh polisi.

Pemeriksaan dilakukan berkaitan dengan peran kedua saksi tersebut sebagai kolega R selaku Direktur PT APM. Polisi telah menetapkan R sebagai tersangka atas dugaan sebagai pihak yang memasok cairan pembersih ilegal berbahan mudah terbakar di gedung Koprs Adhyaksa tersebut.

Dari pengembangan penyidikan berdasarkan hasil pemeriksaan R, terungkap fakta baru bahwa MAI dan SW merupakan karyawan yang masuk dalam struktur di PT APM. Penyidikan juga mengungkap fakta bahwa saat memenangkan tender perawatan gedung Kejagung diketahui R menggunakan nama orang lain.

Setali tiga uang, polisi juga akan memeriksa R bersamaan dengan jadwal pemeriksaan dua koleganya itu, MAI dan SW.

“Besok penyidik akan melakukan penyidikan tambahan terkait tersangka R dan dua saksi lain karena yang bersangkutan saat menang tender perawatan gedung Kejaksaan itu menggunakan atau meminjam bendera (nama) orang lain,” kata Karo Penmas
Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono saat dikonfirmasi wartawan.

Untuk diketahui, Bareskrim telah menetapkan delapan orang tersangka yakni T, H, S, K, dan IS (kuli bangunan), UAM (mandor), R dan NH (PPK Kejagung). Mereka dijerat Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman paling lama lima tahun penjara.

Hasil penyidikan menyimpulkan kebakaran ini karena kealpaan, akibat dari keteledoran tukang bangunan yang membuang puntung rokok sembarangan di ruang aula biro kepegawaian lantai 6.

Ditambah, cairan pembersih yang mengandung zat gampang terbakar mempercepat jalarnya api ke seluruh gedung hingga menyebabkan kebakaran baru bisa padam sekira 12 jam kemudian pada 22 Agustus lalu.(rwo)

Comments

comments