Polisi Dalami Kasus Mimpi Haikal Hassan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus sebut ribuan dalam demonstrasi lanjutan tolak Omnibus Law di Jakarta, berhasil ditangkap. Puluhan dinyatakan reaktif virus corona. /Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengaku baru menerima laporan terkait kasus mimpi Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Haikal Hassan yang bertemu Rasulullah SAW. 

Saat ini, polisi masih meneliti laporan tersebut. 

“Laporannya baru masuk, sementara masih diteliti oleh peneliti. Nanti akan kita sampaikan bagaimana perkembangannya,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/12).

Ketika penelitian rampung, lanjut Yusri, nantinya akan diputuskan hasilnya oleh Ditkrimsus Polda Metro Jaya. Apakah akan naik ke tahap penyelidikan atau sebaliknya. Namun, bila kasus mimpi Haikal tersebut berlanjut ke tahap berikutnya, maka Polisi bakal memanggil yang bersangkutan.

“Nanti akan kita sampaikan apakah naik penyelidikan dengan mengundang, nanti kita sampaikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Forum Pejuang Islam, Husein Shihab, melaporkan Haikal ke Polda Metro Jaya. 

Dia dipolisikan atas dugaan menyebar berita bohong. Laporan polisi itu tertuang pada nomor bukti laporan polisi TBL/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Ia juga melaporkan pemilik akun @wattisoemarsono.

Husein menerangkan, laporannya berdasar ketika Haikal cerita soal proses pemakaman lima laskar khusus Front Pembela Islam yang isi ceritanya menyebut dirinya bertemu Rasulullah SAW.

Ia berpendapat, cerita mimpi Haikal berpotensi menggiring opini masyarakat. Sebab, masyarakat bisa saja beranggapan, mati karena melawan negara sama saja dengan mati syahid. 

Kemudian dengan membawa nama Rasulullah seolah-olah Rasulullah SAW mengamini tindakan mereka yang melakukan baku tembak dengan pihak kepolisian. 

“Mending kita cegah dengan cara bikin laporan walau nanti saya akan minta ke para ulama untuk memberi pendapat agar masyarakat tidak disesatkan dengan ceramah tersebut,” kata Husein

Ia melaporakan Haikal dengan sangkaan Pasal 28 ayat 2 UU RI nomor 19/2016 tentang ITE dan atau Pasal 156 huruf A KUHP dan atau Pasal 14-15 UU nomor 1/1946 tentang peraturan hukum pidana. Pasal tersebut berkaitan dengan tindak pidana menyebarkan berita bohong menyebabkan keonaran dan rasa kebencian. (rwo)

Comments

comments