Polisi Diminta Mampu Cerna Pernyataan JK soal Kritik Pemerintah

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla (ANTARA/HO- Dok pri)

AcuanToday.com, Jakarta- Melalui video berjudul ‘BAGAIMANA CARA KRITIK TANPA DIPOLISIKAN!!’ yang tayang di Channel YouTube, pakar hukum tata negara Refly Harun berharap penegak hukum mencerna pernyataan Jusuf Kalla yang menyatakan ‘Bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi’.

“Mudah-mudahan pesan Jusuf Kalla ini bisa dicerna oleh pihak aparat keamanan, penegak hukum. Harus menjaga ruang publik, ruang kritik, ruang demokrasi ini yang memang dikehendaki pemerintah sendiri, kalau pemerintah tidak basa-basi ya,” kata Relfy seperti dikutip AcuanToday.com, Minggu (14/2/2021).

Mantan komisaris utama Pelindo I itu mengaku, dirinya mulai cemas dengan kondisi demokrasi dan HAM di Indonesia, khususnya setelah Zaim Saidi ditangkap karena menginisiasi Pasar Muamalah yang menggunakan alat tukar Dinar dan Dirham di Depok.

“Mudah-mudahan kapolri yang baru memahami betul makna dari demokrasi, konstitusi, dan hak asasi. Walapun saya agak mulai ketar-ketir juga ketika Zaim Saidi ditangkap karena transaksi dinar dan dirham,” ujarnya.

Mantan Ketua Tim Anti Mafia Mahkamah Konstitusi itu mempertanyakan proses hukum yang menimpa Zaim Saidi. Menurut peraih gelar ilmu hukum tata negara dari dari Universitas Notre Dame, Amerika Serikat itu, harusnya Zaim tak perlu dikriminalisasikan, cukup dimintai klarifikasi.

”Apa perlu ditangkap? Kalau memang perlu diklarifikasi kan tinggal dipanggil untuk diperiksa. Kecuali kalau dia mbalelo, tidak mau berkompromi,” pungkasnya. (Mmu)

Comments

comments