Polisi Diminta Usut Pelaku Modifikasi Adzan Seruan Jihad

Salah satu pelaku kelompok yang mengumandagkan adzan yang viral di media sosial. (Foto : Rahmat/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mengatakan, lafaz adzan yang diganti dari ‘hayya alal falaa’ menjadi ‘hayya alal jihad’ adalah perbuatan bid’ah dholalah.

“Tindakan itu telah keluar dari koridor ajaran Islam karena telah melakukan bid’ah dholalah, juga bertentangan dengan semangat jihad yang dipahaminya secara salah kaprah,” kata Ace Hasan kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Ace yang juga Ketua DPP Partai Golkar meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kejadian tersebut, untuk mengetahui motif dibalik pergantian lafaz azan yang mengajak jihad itu.

“Pihak penegak hukum harus mengusut tuntas, apa motif dibalik tindakan ajakan jihad. Pihak kepolisian harus mengusutnya dengan tuntas tindakan tersebut,” tegas pimpinan Komisi DPR yang membidangi agama ini.

Ace mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan adzan yang mengajak jihad itu, karena azan dalam mengajak jihad sudah keluar dari ajaran Islam dan sangat mengada-ada.

“Namun demikian, masyarakat jangan terprovokasi dengan tindakan tersebut. Sependek pengetahuan saya tentang agama, mengubah azan dengan tambahan ‘jihad’ tentu merupakan perbuatan yang mengada-ada atau bidah,” ucapnya.

Ace menegaskan lantunan azan kalimat-kalimatnya telah baku seperti yang dicontohkan secara jelas sebagaimana ajaran Rasulullah SAW.

Menurut Ace, secara substansi ajakan untuk berjihad tentu harus dilihat konteksnya, karena dalam potongan video adzan mengajak jihad itu terlihat para jamaah mengacungkan senjata, dan hal ini perlu dicurigai bahwa ada ajakan untuk melakukan kekerasan atas nama agama.

“Ajakan jihad dengan mengacungkan senjata, sebagaimana terlihat dalam video itu, jelas merupakan tindakan yang patut diduga sebagai ajakan untuk melakukan kekerasan atas nama agama. Tindakan itu merupakan tindakan penghasutan dan provokasi,” tegas Ace.(rht)

Comments

comments