Polisi Gali Tiga Saksi Cari Tersangka Lain di Insiden Kebakaran Kejagung

Monumen R. Soeprapto (Bapak Korps Kejaksaan) masih tegak berdiri. Kebakaran Kejaksaan Agung pada 22 Agustus lalu berbuntut pada dugaan pidana. Polisi tengah memburu pelaku./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Polisi kembali mengorek keterangan dari sejumlah saksi atas kemungkinan bertambahnya tersangka baru pada insiden kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ketiga saksi adalah saksi ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Pelaksana Pemasangan ACP tahun 2019 berinsial GAE, dan Pengawas Cleaning Service insial AS.

“Hari ini tim penyidik gabungan memeriksa tiga saksi, satunya saksi ahli,” tutur Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Selasa (10/11).

Selain itu, penyidik juga meminta Puslabfor Polri untuk mengambil sampel aluminium composit panel atau ACP.

Sambo tak merinci detail apa muatan pemeriksaan dan masing-masing kapasitas saksi.

Namun yang jelas, penyidik masih membuka kemungkinan baru pencarian tersangka lain, di luar delapan tersangka.

Sebelumnya, penyidik juga memeriksa empat yakni JS (konsultan pengawas petugas kebersihan), AR (pengawas petugas kebersihan dan pembeli minyak lobi), AS (pengawas petugas kebersihan), dan HS (pengawas petugas kebersihan dan orang kepercayaan MAI, laki laki peminjam nama PT APM.

Dalam perkara ini polisi menetapkan delapan orang yaitu T, H, S, K, dan IS (kuli bangunan), UAM (mandor), R dan NH (PPK Kejagung) sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman lima tahun penjara.

Polisi menyimpulkan kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus lalu ini, karena faktor kelalaian, yang disebabkan puntung rokok milik kuli bangunan. Awal api yang berkobar di lantai 6 ruang biro kepegawaian, kemudian menjalar cepat karena di dalam gedung terdapat cairan pembersih yang gampang menyulut api. (rwo)

Comments

comments