Polisi Gerebek Dua Tempat Hiburan Malam Pelanggaran Protokol Kesehatan COVID

Petugas Polda Metro Jaya melakukan test usap (swab test) kepada pengunjung Boca Rica Bar and Lounge, Jakarta Selatan, dalam razia protokol kesehatan pada Sabtu malam (19/12/2020). (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Polisi menggerebek dua tempat hiburan malam di Jakarta. Soalnya, melanggar jam operasional yang telah dipatok pemerintah selama masa pandemi COVID-19. Dua bar tersebut, yakni Vote Bar di Jakarta Utara dan Boca Rica Bar di Jakarta Selatan.

Kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Mukti Juharsa, yang juga terlibat dalan penggerebekan, aturan lain yang dilanggar adalah, tidak dilakoninya protokol kesehatan. Jumlah pengunjung yang datang melebihi dari kapasitas ruangan yang dianjurkan pemerintah terkait jaga jarak fisik. Lantas, kedua tempat hiburan malam ibu kota tersebut, disegel untuk sementara waktu.

Dikatakan Mukti, Vote Bar ramai pengunjung di setiap lantai. Tapi, kerumunan orang mencolok terlihat di lantai 3.

“Di lantai tiga tidak tertib, ada tempat DJ atau diskotek. Itu sudah melanggar peraturan dan jumlahnya melebihi kapasitas yang ada,” ujar Mukti dalam keterangan tertulis, Minggu (20/12).

Pelanggaran protokol kesehatan, juga dijumpai Boca Rica Bar. Baik soal kerumunan orang dan pelanggaran jam operasional. Dalam penggerebekan dua bar ini, polisi hanya menyegel Vote Bar. Soalnya, terindikasi jadi tempat pemakaian narkoba.

“Dari 43 dites urine, ada satu positif benzo. Makanya saya beserta jajaran tegas hari ini kita segel tempat ini. Ke depan mungkin akan kita tindak terus,” ungkap Mukti.

Perlu diketahui, hiburan malam sudah harus tutup pada pukul 21.00 WIB sejak 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 sesuai Ingub DKI Jakarta Nomor 64 Tahun 2020. Jumlah pengunjung juga dibatasi, yakni sekira 50 persen disesuaikan dengan besaran bangunan.

Penegakan protokol kesehatan gencar dilakukan di sejumlah tepat, demi menekan penularan virus corona di ibu kota yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Berdasar data Kementerian Kesehatan hari ini, penambahan kasus positif mencapai 1.592 kasus.

Jumlah tersebut menjadikan DKI sebagai wilayah dengan penambahan kasus positif terbanyak di Indonesia. Tercatat, total kasus positif mencapai 160 ribu kasus. (rwo)

Comments

comments