Polisi Kejar Peretas Situs DPR

Personel gabungna dari TNI dan Polri menutup akses jalan ke Gedung DPR, Kamis (8/10). Tampak sejumlah berikade perlengkapan pengamanan polisi antara lain barakuda, panser, serta kawat berduri.Rahmat (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta―Polisi mulai mengejar peretasan situs DPR RI yang “dibajak” Kamis (8/10) kemarin, di saat bersamaan dengan demo penolakan UU Cipta Kerja.

“Kami selidiki hari ini. Kesimpulannya siapa dan modusnya apa, nanti disampaikan habis ada hasil lidik,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (9/10).

Seperti diketahui, situs resmi DPR/MPR diretas dengan mengganti tulisan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di muka halaman website menjadi Dewan Penghianat Rakyat (DPR).

Selain itu, situs pun mengalami kelumpuhan, sehingga tidak bisa diakses dari pagi hingga siang hari.

Saat situs dibuka, muncul tulisan ‘An error occurred while processing your request’. Artinya, terjadi error saat pemrosesan permintaan akses Anda. Ada pula kode ‘Reference #102.73a20017.1602128336.26f168a’.

Gelombang demo yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia menolak disahkannya UU Cipta Kerja yang dinilai tidak memihak rakyat, terutama para pekerja. Selain persoalan substansi, UU “Sapu Jagat” ini juga dinilai cacat sejak lahir, karena dilakukan tergesa-gesa dan minimnya pelibatan publik. (rwo)

Comments

comments