Polisi Larang Kerumunan Massa dalam Perayaan Nataru

Dokumentasi - Perayaan Pergantian Tahun Baru dengan menyalakan pesta kembang api dan kerumuman massa beberapa waktu lalu. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Polda Metro Jaya tidak bakal menerbitkan surat izin kegiatan Tahun Baru 2021. Hal ini sebagai upaya mencegah timbulnya kerumunan dan mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Keputusan polisi sudah berdasar kesepakatan dengan Pemprov DKI Jakarta. Kesepakatannya, warga diimbau untuk berdiam di rumah selama masa liburan dari imbas dua momen besar tersebut sehingga kerumunan massa tak terjadi.

“Karena sudah keluar edaran dari Gubernur sendiri terkait kegiatan keramaian, sehingga kita pastikan bahwa segala bentuk keramaian perizinan malam tahun baru tidak akan dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya. Jadi kita sepakat bersama semuanya tidak ada kegiatan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (15/12).

Yusri juga menegaskan, ruang gerak warga juga bakal dibatasi, seiring dilarangnya tempat-tempat wisata untuk tidak menggelar keramaian. Jam operasional tempat wisata bakal dipangkas hanya sampai sore.

“Tadi beberapa tempat wisata seperti Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah dan lainnya tidak ada kegiatan malam pergantian tahun. Contoh Ancol jam 5 sore udah tutup, Taman Mini juga sama. Jadi segala bentuk kegiatan yang sifatnya kerumunan ini tidak dibolehkan,” paparnya.

Dalam menjaga kondusifitas pada dua momen besar itu, Yusri mengatakan, sebanyak 8.179 personel bakal dikerahkan. Baik dari unsur TNI hingga Pemprov DKI Jakarta, seperti Satpol PP DKI.

Penjagaan ketat dalam hal pembatasan sosial jadi wajib hukumnya dilakukan aparat. Ketika ditemukan pelanggaran, maka aparat tidak akan segan-segan menindak tegas. Termasuk bagi pengelola tempat makan (cafe dan restoran) yang memaksakan buka sampai malam.

“Kalau ada pelanggaran, kita akan tindak tegas sesuai aturan, secara persuasif dan tegas. Contoh kita sudah menutup beberapa kafe yang ada, yang melebihi jam dan melebihi ketentuan berapa isi. Bahkan kita ajukan untuk dicabut izin,” pungkasnya. (rwo)

Comments

comments