Polisi Minta Keterangan Gubernur Anies dan Habib Rizieq

Polri keluarkan maklumat terkait protokol kesehatan dalam Pilkada 2020. Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah) menunjukkan isi maklumat tersebut, Senin (21/9/2020).

Acuantoday.com, Jakarta- Kepolisian bakal meminta keterangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Rizieq Shihab terkait acara pesta pernikahan anak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu. Pesta pernikahan tersebut dianggap melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Tindak lanjut penyidik dalam perkara protokol kesehatan atas diselenggarakannya acara resepsi pernikahan putri HRS, jadi penyidik sudah mengirimkan surat klarifikasi ke Gubernur DKI Jakarta dan HRS juga kita klarifikasi,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Bareskrim Polri, Senin (16/11).

Selain Anies dan Rizieq, polisi juga meminta keterangan dari anggota pembinaan masyarakat (binmas) yang bertugas di protokol kesehatan. Lalu, rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW), perlindungan masyarakat (linmas), lurah, camat, Wali Kota Jakarta Pusat, kantor urusan agama (KUA), satuan tugas (satgas) covid-19, dan Biro Hukum DKI Jakarta.

“Kemudian beberapa tamu yang hadir. Ini rencana akan kita lakukan klarifikasi dengan dugaan tindak pidana Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan,” tutur Argo.

Rizieq sendiri mengundang Anies untuk menjadi saksi nikah putrinya, Syarifah Najwa Syihab, di Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/11) lalu. Namun, sampai acara akad nikah selesai, Anies tidak tampak di lokasi akad nikah.

Sementara itu, Pemerintah Provinisi DKI Jakarta, diklaim sudah melayangkan surat larangan acara pernikahan tersebut, tapi tidak digubris pihak Rizieq dan justru diperkirakan ada 10.000 tamu yang datang. Belakangan, Satpol PP DKI menjatuhi sanksi Rizieq sebesar Rp50 juta.

Buntut nihilnya penegakan protokol kesehatan di acara nikahan anak Rizieq, juga membuat Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana dan Inspektur Jenderal Rudy Sufahradi Novianto, Kapolda Jawa Barat, bahkan dicopot dari jabatannya. (rwo)

Comments

comments