Polisi Penembak Teroris Ini Dapat Gelar Doktor, Disertasinya Tentang Terorisme

Wakapolresta Tangerang AKBP Dedy Tabrani?Foto:Antara

Acuantoday.com – Jakarta – Wakapolresta Tangerang, AKBP Dedy Tabrani, mendapat gelar doktor dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) Jakarta, Rabu (14/10) kemarin.

Dedy adalah penembak seorang teroris “bom Sarinah” empat tahun lalu.  Saat itu ia menjabat Kapolsek Metro Menteng, Jakarta Pusat.

Sidang promosi doktor secara daring dipimpin Kombes Pol. Dr. Hadi Purnomo dengan Sekretaris AKBP Dr. Benny Maringan Saragih.

Tim penguji terdiri dari  Prof. Dr. Burhan Djabir Magenda, Prof. Dr. Abdul Gani Abdullah, Dr. Reza Idria, Dr. Sidratahta Muhtar, dan Dr. Herdy Sahrasad.

Promotor sidang adalah Dr. Achyar Yusuf Lubis dengan Co-Promotor Noorhuda Ismail, Ph.D dan Angel Damayanti, Ph.D.

Antara melaporkan, dalam sidang promosi doktoral itu, Dedy mampu mempertahankan disertasinya berjudul “Terorisme Keluarga: Pendekatan Interdisipliner tentang Jaringan Ulama Kekerasan dalam Serangan Terorisme Bom Bunuh Diri Sekeluarga di Surabaya 2018”.

Dedy resmi menyandang gelar doktor dengan nilai 98,66 atau summa cum laude, dan masa pendidikan 2 tahun 4 bulan.

Dedy adalah perwira polisi yangl menembak mati seorang teroris saat baku tembak setelah peristiwa peledakan di Starbucks Coffee, Jalan M.H. Thamrin, kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, 4 tahun silam.

Saat itu, alumnus Akademi Kepolisian kelahiran Banda Aceh, 15 Oktober 1976, itu menjabat sebagai Kapolsek Metro Menteng Jakarta.

Ketika itu, Deddy dan 16 anggota Polri lainnya yang ikut dalam penanganan teror Sarinah,mendapatkan penghargaan pin emas dari Kapolri (ketika itu) Jenderal Pol. Badrodin Haiti.

Dedy mengaku tertarik mengambil disertasi tentang terorisme karena pernah bertugas di Gegana Antiteror, yang kemudian membuatnya banyak belajar tentang ilmu kepolisian, terorisme, dan intelijen (Tika)

Comments

comments