Polisi Ringkus Sindikat Pembobol BRI dan Grab Senilai Rp21 M

Bareskrim Polri ungkap kasus pembobolan bank BRI dan Grab. Senilai Rp2 M berhasil diraup sejak 3 tahun beroperasi./Foto: Dok. Bareskrim Polri.

Acuantoday.com, Jakarta―Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat pembobolan akun milik nasabah bank BRI dan konsumen aplikasi transportasi online, Grab.

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, menjelaskan pelaku sindikat ini berjumlah 10 orang dan ditaksir mereka meraup keuntungan senilai Rp21 miliar, yang dikeruk dari ribuan pembobolan akun nasabah Bank BRI. 

“Kesepuluh orang tersangka, yakni AY (19), YL (25), GS (26), J (50), K (53) dan RP (18), KS (28), CP (27), AH (34) dan PA (38),” ungkap Argo dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Senin (5/10/2020) malam. 

Argo menerangkan pengungkapan sindikat pembobolan akun nasabah BRI ini, bermula dari adanya laporan gabungan antara masyarakat dan perusahan Grab kepada Polri pada Juni 2020.

Kemudian, ia melanjutkan, laporan tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan, dan alhasil polisi berhasil menangkap para tersangka di lokasi berbeda, tepatnya di sekitar Palembang dan Sumatera.

“Mereka ditangkap di 3 lokasi, ada di daerah Luwung Gajah, kemudian Tulung Selapan dan ada di Palembang,” terang jenderal bintang dua itu. 

Kepada polisi, tersangka mengaku sudah membobol 3.070 akun nasabah bank BRI sejak 2017 dengan total uang yang berhasil diraup sebanyak Rp19 miliar, sementara, sisanya ditaruh dari pembobolan akun Grab.

Argo menerangkan, kesepuluh pelaku memakai modus menghubungi nasabah terlebih dahulu. Mereka berlagak seolah-olah sebagai karyawan bank untuk bisa leluasa meminta password akun para nasabah sasaran. 

“Jadi dia (nasabah) di telepon dan tanpa sadar setelah mengetahui indentitas mereka (pembobol), lalu memberi password akunnya. Sehabis itu semua dibobol,” ujarnya.     

Para tersangka, dikatakan Argo, sudah menggunakan sebagian dari uang penipuan itu. Beberapa di antaranya dipakai untuk membeli mobil dan rumah.

“Jumlah uang yang sudah digunakan para tersangka sebesar Rp 8 miliar,” pungkasnya. (rwo)

Comments

comments