Polisi Serahkan Djoko Tjandra ke Kejaksaan

Tersangka kasus pembuatan dokumen palsu Djoko Tjandra.. Roham (Acuantodaycom)

Acuantoday.com, Jakarta- Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menyerahkan tersangka kasus pembuatan dokumen palsu Djoko Tjandra ke Kejaksaan.

Selain menyerahkan Djoko Tjandra yang juga terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, penyidik Polri juga menyertakan tujuh barang bukti untuk melengkapi perkara tersebut.

“Minggu lalu, berkas sudah dinyatakan P21 oleh kejaksaan dan pada hari ini pada pukul 11.45, penyidik telah menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen (Pol) Awi Setyono di Bareskrim, Senin (28/9).

Tersangka yang dimaksud adalah Djoko Tjandra, Anita Kolopaking dan Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo. Nama terakhir diduga menerima suap dari Djoko Tjandra demi bisa menggunakan otoritasnya sebagai pejabat Bareskrim untuk membuat surat jalan masuk Ke Indonesia bagi Djoko Tjandra, yang statusnya masih buron interpol kasus pengalihan hak tagih Bank Bali.

Sementara itu, barang bukti yang diserahkan ke kejaksaan meliputi satu buah paspor atas nama Djoko Tjandra. Kemudian barang elektronik berupa 14 unit ponsel 2 unit komputer dan satu unit laptop.

Selain itu, penyidik menyerahkan berkas penting selaama proses penyidikan berlangsung, mulai dari dua buah buku, 39 buah dokumen dan terakhir 18 buah BAP atau berita acara pemeriksaan barang bukti versi digital.

Dengan begitu, tersangka kasus pengadaan surat palsu ini bersiap duduk di kursi pesakitan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi dan kejaksaan belum memberi waktu pasti agenda sidang tersebut.

Namun yang jelas dalam perkara ini, jenderal Polri itu disangkakan dengan tiga pasal berlapis , yakni Pasal 263 Ayat 1 dan Ayat 2 juncto Pasal 55 Ayat 1 Kesatuan E KUHP, Pasal 426 Ayat 1 KUHP dan atau Pasal 221 Ayat 1 KUHP.

Sedangkan, tersangka Anita Kolopaking dijerat Pasal 263 Ayat 2 KUHP berkaitan soa pembuatan surat fiktif. Ditambah disangka melanggar Pasal 223 KUHP tentang memberikan bantuan terhadap Djoko Tjandra saat menjadi buronan untuk meloloskan diri.

Adapun tersangka utama Djoko Tjandra dikenakan Pasal 263 ayat 1 dan 2, Pasal 426, Pasal 221 KUHP dengan ancaman pidana penjara 5 tahun.(har)

Comments

comments