Polisi Tabrak Orang hingga Tewas, Belum Dijadikan Tersangka

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo,/Foto:Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Mobil seorang polisi berpangkat Aiptu bernama Imam Chambali, menabrak tiga pesepeda motor sekaligus. Pinkan, perempuan berusia 30 tahun yang jadi satu di antara korban tabrak, tewas seketika. Ia mengalami luka di bagian kepala dan kaki kanannya patah.

Sementara dua korban lain yakni M Sharif (41) dan Dian Prasetyo (26) tertolong. Sharif mengalami luka ringan, sedang Dian menderita luka berat, dan kini masih menjalani perawatan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Menurut keterangan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, insiden maut itu terjadi di jalan raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada saat Natal, Jumat (25/12) pukul 11 siang. Musabab insiden dipicu, lantaran mobil Imam diserempet oleh mobil milik Hananda Riadi (25), seorang pegawai bank BUMN, sebelum akhirnya mobil Imam oleng dan masuk ke ruas lawan arus hingga menabrak para korban.

Dari kejadian ini, polisi menetapkan Hananda sebagai tersangka, kendati mobil polisi yang jelas menabrak. Ia dijerat pasal 311 ayat 5 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun atau denda Rp24 juta.

Sebelum mobil Hananda menyerempet mobil polisi itu, keduanya terlibat cekcok. Semua diawali karena Imam tak terima mobilnya disalip.

“Mobil polisi ini memotong dan menghentikan mobil Hyundai dan menurut pengakuan tersangka polisi kemudian sempat melakukan pemukulan,” kata Sambodo.

Hananda yang kesal dibogem Imam, lantas mengejar hingga akhirnya berhasil menyerempet mobil Imam. Namun naas, lantaran hantaman dari arah kiri itu, mobil Imam oleng ke arah kanan sampai melewati pembatas jalan dan menabrak tiga korban dari arah yang berlawanan.

Polisi menetapkan Hananda sebagai tersangka dalam kasus ini, berdasar pada keterangan dua saksi kunci dari total lima saksi yang telah dimintai keterangan. Ditambah, juga telah melihat rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan insiden tersebut.

Sementara status Imam hingga kini belum terang. Kelanjutan atas kejadian kekerasan fisik yang dialami Hananda pun belum dikabari prosesnya oleh kepolisian. (rwo)

Comments

comments