Polisi Tak Buru-buru Panggil Rizieq, Ini Alasannya

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. /Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta–Polisi belum berencana meminta kesaksian Rizieq Shihab soal pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pernikahan putrinya, kendati proses hukum telah naik tahap penyidikan dan ditemukan adanya perbuatan pidana. 

Alasannya, polisi masih mengumpulkan sejumlah bukti yang mendukung perbuatan pidana dalam resepsi perkawinan yang menimbulkan kerumunan itu. 

Demikian ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/11).

Polisi, tegas dia, tidak membidik seseorang dalam melakukan pemeriksaan, misalnya, kepada Rizieq.

“Semua siapa saja, kami tidak mengkhususkan satu orang, siapa saja yang terkait dengan pemenuhan alat bukti tersebut akan kami undang,” katanya.

Meski begitu, kata dia, polisi dalam tahap penyidikan bakal memisahkan kapasitas saksi, yakni saksi potensial yang bisa mengungkap siapa tersangka hingga saksi yang berpotensi statusnya naik jadi tersangka.  

“Tetapi untuk tersangka akan kami lakukan dulu gelar perkara setelah adanya alat bukti tadi,” kata Tubagus.

Dengan begitu, sejumlah pihak yang kini berstatus saksi kemungkinan bisa naik status hukumnya jadi tersangka. Begitu pun, saksi lain yang kelak diperiksa.

Sepanjang penyelidikan, penyidik Polda Metro Jaya telah meminta kesaksian banyak saksi. Dari lingkup pejabat daerah DKI Jakarta mulai dari Gubernur Anies Baswedan, Wakil Gubernur Riza Patria, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta.

Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gumilar Ekalaya DKI Jakarta. Kepala KUA Tanah Abang, Camat Tanah Abang, RT, RW, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin.

Sedangkan dari lingkar dalam acara Rizieq, penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa ketua panitia pernikahan, pihak vendor tenda pernikahan dan kenek pasang tenda. (rwo)

Comments

comments