Polisi Tangkap 1.377 Demonstran Penolak Ombnibus Law di Jakarta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus sebut ribuan dalam demonstrasi lanjutan tolak Omnibus Law di Jakarta, berhasil ditangkap. Puluhan dinyatakan reaktif virus corona. /Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Polisi menangkap 1.377 orang pendemo yang menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja hingga berujung ricuh di Jakarta, Selasa (13/10).

Para pengunjuk rasa itu datang ke titik demonstrasi bukan atas kemauan sendiri, tetapi terpancing undangan yang didapatnya dari media sosial.

“Semua yang kami ambil keterangan menyatakan mereka demo berdasarkan undangan di media sosial dan diajak oleh temannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Rabu (14/10).

Yusri menambahkan, demonstran yang berhasil diamankan kemudian menjalani tes COVID-19. Hasilnya, 47 orang reaktif koronavirus, dan sudah diisolasi di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

Demo lanjutan menolak UU sapu jagat itu diikuti sekitar 6.000 massa. Polda Metro Jaya mencatat, mayoritas massa berasal dari ormas Islam, seperti Front Pembela Islam hingga Persatuan Alumni 212.

Demo yang sedianya berjalan kondusif hingga pukul 16 sore berubah menjadi ricuh menjelang petang. Polisi menduga kelompok Anarko menjadi dalang kerusuhan dengan memprovokasi massa. (rwo)

Comments

comments