Polisi Telah Periksa Puluhan Saksi Insiden Penembakan Laskar FPI

Kabareksrim Polri Komjen Pol, Listyo Sigit Prabowo dala jumpa pers terkat kasus penembakan enam pengawal Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/12/2020).

Acuantoday.com, Jakarta – Bareskrim Polri telah memintai puluhan kesaksian dari sejumlah orang terkait insiden bentrok FPI-polisi di Km 50, awal Desember lalu. Kesaksian datang dari ragam pihak, baik yang terlibat langsung ataupun mereka yang berada di lingkar luar insiden.

“Perkembangan (penyidikan) sampai hari ini kita telah meriksa 78 orang saksi dan 7 orang ahli. Kemudian 37 saksi dari Km 50, dan 22 saksi lain yang ada di sekitar,” kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di Bareskrim, Senin (21/12).

Listyo juga menyampaikan, saksi dari korban turut dimintai keterangannya. Hingga kini, polisi sudah memeriksa 4 saksi dari total 6 korban penembakan.

Kemudian, beberapa saksi dari lingkar di luar insiden seperti saksi ahli dan petugas yang berdinas di sekitar lokasi, tak luput dikorek keterangannya.

“(Ada) 12 petugas yang ada di lokasi Km 50. 3 orang perugas dari RS Polri. 2 ahli dari Puslabfor, 3 ahli dari forensik, 1 ahli dari siber, dan 1 ahli pidana,” imbuhnya.

Perkembangan penyidikan pun, dikatakannya, tengah menganalisis dari barang bukti berupa kamera pengawas atau CCTV terkait insiden. Kendati demikian, Listyo tak menjabarkan CCTV di titik mana saja yang dimaksud.

Bareskrim Polri mengambil alih kasus penembakan 6 Laskar FPI. Alasannya, karena lokus terjadinya insiden berada di kawasa Karawang. Sebab lainnya, diklaim penanganan kasus bakal berjalan lebih objektif, profesional, dan transparan.

Polisi dalam penanganan kasus ini berangkat pada keyakinan bahwa para Laskar FPI yang lebih dulu melakukan penyerangan dengan bekal senjata tajam dan senjata api berjenis revolver. Namun, klaim polisi dibantah FPI. Sebab para laskar dalam bertugas tidak pernah dibekali senjata apapun. (rwo)

Comments

comments