Polisi Temukan 22 Demonstran Reaktif COVID-19

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membeberkan fakta pelarian narapidana bandar narkoba asal Tiongkok yang kabur dari Lapas Tangerang. Rohman Prabowo (Acuantoday.com).

Acuantoday.com, Jakarta―Polda Metro Jaya mengamankan demonstran di kawasan Istana Negara sejak pagi hingga siang. Sementara, ada ratusan orang yang terjaring. Polisi kemudian mengarahkan mereka menjalani rapid test COVID-19.

“Kami dapati 10 orang yang reaktif,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Kamis (8/10).

Ia mengatakan, mereka yang reaktif langsung diantar ke Wisma Atlet untuk menjalani swab test. Sembari menunggu hasil, mereka akan diisolasi mandiri di tempat yang sama.

Total temuan demonstran yang reaktif hasil rapid test ini, menurut Yusri, berjumlah 22 orang, setelah kemarin 12 orang demonstran yang hendak menuju gedung DPR/MPR, dinyatakan reaktif.

“Kemarin, kami sempat meringkus 12 pelajar SMK. Hasil rapid test mereka juga reaktif. Total ada 22 orang ya yang reaktif,” ujarnya.

Yusri menerangkan, mereka yang ditangkap berasal dari Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Mereka datang ke Senayan karena dipicu pesan berantai yang didapat dari media sosial berisi ajakan agar pelajar STM turut andil berunjuk rasa menolak UU Ciptaker.

“Pelajar yang ditangkap, tidak ada kaitannya sama unjuk rasa buruh atau mahasiswa,” kata Yusri.

Sebelumnya, Polisi telah mengeluarkan keputusan melarang demonstrasi saat pandemi COVID-19. Alasannya, agar tidak menyebabkan kerumunan massa yang berpotensi menjadi klaster baru COVID-19. Terlebih, kini ibu kota masih menjalani PSBB. (rwo)

Comments

comments