Polisi Terus Buru Pelaku Pembantian di Sigi: Masyarakat Diminta Tenang

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. ./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta–Polri mengegaskan saat ini aparat dari Satgas Tinombala tengah melakukan perburuan terhadap pelaku pembantaian satu keluarga si Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. 

Masyarakat diimbau tenang dan mulai jalani rutinitas seperti sediakala. 

“TNI dan Polri akan membantu dan memberikan rasa aman di sana,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/11).

Selain itu, ada tim Detasemen 88 Khusus Antiteror (Densus 88) Polri, yang tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus penyerangan ini. 

Kata Argo, operasi gabungan ini juga ditujukan guna mengantisipasi kejadian serupa, mengingat pada 9 Desember mendatang bakal dilakukan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). 

“Harapannya semoga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini mengingat sebentar lagi juga akan dilaksanakan Pilkada,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengecam keras kejadian pembunuhan terhadap satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), serta meminta Kapolri dan Kapolda Sulteng untuk mengusut kasus pembunuhan ini hingga tuntas.

”Ini benar-benar kejadian teror yang mengerikan. Negara harus segera bertindak tegas “ kata Sahroni kepada wartawan, Senin (30/11).

Politisi Partai NasDem ini menyarankan agar Densus 88 dan TNI harus segera dikerahkan ke Sulteng untuk membasmi kelompok teroris yang bernaung di bawah kepompok bersenjata Mujahiddin Indonesia Timur (MIT).

“Ini bertujuan untuk menciptakan konflik SARA yang berpotensi mengganggu stabilitas negara,” pintanya.

Sebelumnya pada Jumat (27/11) sekira pukul 9 pagi WITA, 8 orang yang tak dikenal datang ke Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Mereka masuk ke salah satu rumah dan menganiaya empat orang di dalamnya hingga dibuat tak bernyawa. 

Empat korban terdiri dari sepasang suami-istri, anak dan menantu. Adalah Yasa alias Yata sebagai kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa Jana alias Naka dan Pedi. Mereka tewas secara mengenaskan, ada yang ditebas lehernya dan dibakar.

Kepolisian mensinyalir pelaku pembantaian ini adalah Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Kelompok teroris ini sendiri jadi musuh bebuyutan aparat keamanan karena tak kunjung dapat ditangkap, sementara selalu buat teror di sekitar Sulawesi Tengah. (rwo/rht)

Comments

comments