Politisi PKPI Minta Polemik Blusukan Risma Dihentikan

Aksi blusukan Menteri Sosial Tri Risma Harini menemui gelandangan di DKI Jakarta mendapat kritik dan sorotan masyarakat.(Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta―Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi meminta polemik soal blusukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini beberapa waktu lalu dihentikan, karena yang bersangkutan sudah klarifikasi bahwa aksi tersebut dilakukan secara pribadi untuk berzakat dan beramal.

“Ok sudahi perdebatan soal bu risma ya. Beliau sudah klarifikasi bahwa yang beliau lakukan itu adalah tindakan pribadi, sebagai bentuk beliau berzakat dan beramal,” kata Teddy Gusnaidi lewat keterangannya, Sabtu (9/1).

Menurut Teddy, mantan Walikota Kota Surabaya ini memastikan, dirinya tidak akan menelantarkan pekerjaannya sebagai menteri meskipun dia melakukan blusukan untuk berzakat dan beramal.

“Artinya beliau paham bahwa tugasnya sebagai menteri bukan blusukan seperti yang dilakukan sekarang ini, ini pribadi,” ucapnya.

Teddy mengakui dirinya sempat salah menilai jika Risma belum paham soal tugasnya sebagai Menteri, hingga dirinya menyindir Risma sebagai Sinterklas.

“Saya sudah sempat salah menilai beliau. Saya pikir beliau tidak paham kerja sebagai Menteri, makanya saya katakan bahwa beliau bukan menteri jakarta dan jangan dulu memikirkan pencitraan, bahkan saya menyindir beliau sebagai sinterklas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Teddy mengatakan, Risma mengakui akan menyediakan rumah buat gelandangan, memberikan beasiswa bagi gelandangan memakai dana pribadinya.

“Bu Risma mempekerjakan gelandangan di perusahaannya, ya biarkan saja, wong perusahaan milik beliau kok,” akuinya.

“Jadi sudahi perdebatan blusukan, kita tunggu komitmen Bu Risma bahwa kegiatan pribadinya, kegiatan beramalnya tidak akan mengganggu pekerjaannya sebagai Menteri Sosial. Mari kita lihat kebijakan apa yang akan dibuat bu Risma sebagai Menteri, diluar kegiatan pribadinya,” pungkasnya. (rht)

Comments

comments