Polresta Bandung Ciduk Komplotan Pembunuh Warga Cangkuang Kulon Dengan 50 Luka Tusukan

Empat pembunuh warga Cangkuang Kulon hingga tewas berhasil diciduk Polresta Bandung.

Acuantoday.com, Bandung – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung berhasil mengungkap tindak pidana pembunuhan terhadap Adang Suganda, Warga Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot.

Sebelumnya lelaki berusia sekitar 29 itu ditemukan tewas bersimbah darah dengan lebih dari 50 luka tusukan di Kampung Babakan Nugraha RT02 RW 23 Desa Cangkuangkulon, Dayeuhkolot, Minggu (24/1).

Saat gelar perkara pengungkapan kasus tersebut, Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan hasil dari otopsi Adang Suganda tewas karena kehabisan darah akibat puluhan luka tusuk benda tajam.

“Ada sebanyak 43 luka tusuk di bagian badan korban, ada luka di bagian tangan, lalu di punggung belakang sebelah kanan ada sekitar 7 luka,” kata Hendra Kurniawan kepada wartawan di Mapolresta Bandung, Senin (1/2).

Menurut Hendra, dari beberapa luka itu ada 6 luka yang tembus ke dalam kena liver, lalu ginjal sebelah kiri. Korban pun mengalami pembekuan darah sehingga membuat kondisi hati liver pucat karena banyaknya luka.

“Berdasarkan keterangan beberapa saksi, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku. Ada 4 pelaku yang berhasil kami amankan terkait tewasnya Adang Suganda alias Kimel yaitu berinisial TH, TF, SMR, dan AHL,” kata Kombes Pol Hendra Kurniawan menjelaskan.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, lanjut Hendra, para pelaku ini memiliki peran berbeda saat melakukan penusukan terhadap korban hingga tewas. Para pelaku ini nekat mengabisi nyawa korban lantaran dendam.

Pelaku AHL melakukan penusukan secara bertubi-tubi ketubuh korban dengan senjata tajam jenis kujang, TH melakukan pembacokan dengan menggunakan senjata tajam jenis golok ke arah bagian belakang kepala korban.

Sementara itu pelaku lain yakni TF dan SMR keduanya melakukan penganiayaan secara sadis dengan memukulkan batu bata dan kayu yang dibawa ke arah kepala korban Adang Suganda alias Kimel beberapa kali.

“Dari keterangan para pelaku, mereka ini menusuk korban karena dendam. Kata para pelaku, korban sering melakukan tindakan yang meresahkan. Kami ikut menyita golok, batu bata, kayu dan kujang dari para pelaku,” bebernya.(dila)

Comments

comments