Polri Bongkar 104 Hoaks Covid, Paling Banyak di Jakarta

Ilustrasi-Antara fakta dan informasi palsu./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Bareskrim Polri menyebut, sebanyak 104 kasus hoaks terkait informasi COVID-19 berhasil diungkap.

Saat ini, pengungkapan kasus berita hoaks menjadi fokus kepolisian, mengingat dampak akibat hoaks yang dapat memengaruhi psikologi masyarakat.

“Hoaks dan provokasi bisa memecah belah persatuan Bangsa Indonesia. Sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk mencegah hal itu terjadi. Karena masyarakat yang dirugikan,” kata kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam rilis pers, Senin (23/11).

Temuan kasus berita hoaks paling banyak terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya dengan total 14 kasus. Kemudian disusul Polda Jawa Timur 12 kasus sepanjang November ini.

Berikutnya, Polda Riau berhasil mengungkap 9 kasus, Polda Jawa Barat 7 kasus, dan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim 6 kasus. Sisanya, tersebar di sejumlah Polda dengan temuan jumlah kasus bervariasi.

Dalam pengungkapan kasus hoaks ini, polisi telah menetapkan 104 tersangka. Mereka disangkakan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang-Undang ITE serta Pasal 14 Junco Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 16 Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Di luar berita palsu soal COVID-19, Bareskrim Polri juga menyebutkan beberapa kasus yang punya magnitud besar memengaruhi situasi keamanan.

Yang paling kentara adalah penyebaran hoaks soal pengesahan Undang-undang Cipta Kerja. Dampaknya hingga menyebabkan kerusuhan dalam demo yang berlangsung di beberapa wilayah.

“Soal hoaks dalam isu omnibus law, kami menangkap 9 orang tersangka,” kata Listyo. (rwo)

Comments

comments