Polri Musnahkan Ratusan Kilogram Narkoba Selama Pandemi, Paling Banyak Ganja

Bareskrim Polri memusnahkan ratusan kilogram narkoba. Hasil pengungkapan selama pandemi. Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Bareskrim Polri memusnahkan sejumlah barang bukti narkoba, seperti  89 kg sabu, 68.986 butir ekstaksi hingga ganja seberat 290 kg. 

Barang bukti itu merupakan hasil pengungkapan dalam beberapa bulan terakhir menjelang tutup buku tahun 2020. 

Dalam keterangannya, Wakabareskrim Irjen Wahyu Hadiningrat,  saat menyaksikan pemusnahan narkoba di Bareskrim, Rabu (23/12) mengatakan, banyaknya temuan narkoba yang dimusnahkan ini, merupakan sinyal perederan narkoba di Indonesia sudah dalam titik bahaya. 

“Kejahatan narkoba dari tahun ke tahun tidak semakin surut tetapi terus meningkat bahkan dalam perkembangannya saat ini sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Wahyu.

Masifnya pengedaran narkoba, kata Wahyu, sejalan dengan modus operandi para pelaku, yang silih berganti tiap waktunya untuk mengecoh polisi. 

Hal ini harus disikapi dengan penegakkan hukum yang tegas bagi para pelaku, demi menimbulkan efek jera. 

“Tidak perlu ragu memberikan hukum mati kepada pelaku yang penuhi syarat hukuman mati dan ekseskusi mati harus cepat pelaksanaannya supaya memberikan efek jera bagi siapapun,” katanya. 

Dalam kesempatan sama, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menyebut, jenis narkoba yang banyak dikonsumsi selama masa pandemi adalah sabu, bahkan naik hingga 119 persen. 

Ironisnya, mereka yang mengonsumsi barang haram itu berasal dari kalangan anak muda. 

“Dari segi usia, itu yang pakai usia 25 tahun ke bawah. Status pelajar,” ungkap Eko. 

Tempat yang biasanya jadi pesta narkotika, ucap Eko, tersebar di sejumlah tempat. Tak hanya di tempat hiburan malam, tapi juga dilakukan di rumah hingga hotel. 

Sementara itu, menurut Jampidsus Narkotika Kejaksaan Agung, modus operandi yang dipakai bandar memasok barang, telah bergeser ke sistem daring selama pandemi. Barang dikirim melalui pesanan secara online. 

“Modus sekarang adalah sistem dengan online artinya dikirim barang itu kemudian dibeli dan modusnya seolah-olah beli sama-sama untuk persediaan di tempat. Padahal sesungguhnya mereka berusaha untuk menumpuk,” katanya. 

Pasokan narkoba, kini dikirim juga dari Iran. Konon sabu dari negara di kawasan Timur Tengah itu, menjadi pilihan favorit lantaran kualitasnya baik. Barang dari luar negeri ini, biasanya dikirim melalui jalur laut.

“Sekarang ini jaringan dark Iran sudah mulai masuk dan ini yang kita tangani bersama. Kebetulan sabu dari iran dengan tingkat kualitas hampir 100 persen artinya kualitasnya sangat bagus,” ujarnya. (rwo)

Comments

comments